Mohon tunggu...
Nurulis
Nurulis Mohon Tunggu... Lainnya - We'll make it through

Stay strong, never give up !!

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kasih Ibu

7 Juni 2021   08:51 Diperbarui: 7 Juni 2021   09:01 672
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : https://pixabay.com/

"Ibu harus ijin dulu,  sayang. Tapi ibu usahain biar besok bisa antar kamu ", jawabku. 

Mendengar itu saja anakku sudah kelihatan sangat bahagia.  Aku tidak mau mengecewakan malaikat kecil itu. Aku bertekad besok minta ijin ke atasan agar bisa mengantarnya. 

Kubaringkan tubuhku di sebelahnya. Kugenggam erat tangan kecil itu dengan satu tanganku,  aku peluk erat tubuhnya. Akhirnya aku bisa terlelap dalam mimpi.  

Pagi itu, aku antar dulu si kecil ke sekolah.

"Nanti Amar tunggu ya,  Bu", katanya. Mata polosnya menatapku penuh harap. 

Ya Allah, aku benar-benar akan merasa bersalah kalau tidak bisa menemaninya.

Sesampai di tempat kerja, tujuan utamaku adalah ruangan atasanku. Kulangkahkan kakiku dengan pasti memasuki ruangan besar itu.  

"Okey, Alika. Aku kasih ijin kamu. Gunakan waktu sebaik mungkin bersama anak kamu ", kata atasanku. 

Dengan penuh rasa syukur aku keluar dari ruangan itu.  

"Ya Allah, terima kasih. Akhirnya harapan malaikat kecilku akan terwujud. Ibu datang untuk kamu, sayang !"

Dengan cepat aku menuju sekolahan si kecil.  Aku bayangkan betapa berbinarnya wajah polos itu ketika aku ada di depannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun