Mohon tunggu...
Nurul Araaf
Nurul Araaf Mohon Tunggu... Pelajar

Ikatlah ilmu dengan menulis. (Ali Bin Abi Thalib)

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

OTORITAS ILMU WAHYU DAN SAINS DALAM MERESPON COVID-19

6 Mei 2020   14:33 Diperbarui: 6 Mei 2020   20:58 24 0 0 Mohon Tunggu...

Desember 2019 adalah agenda  akhir tahun yang  umumnya masyarakat menutup lembaran lama dengan menyambut lembaran baru ditahun 2020. Alih-alih mempersiapkan menyambut tahun baru 2020 dengan penuh semangat hidup yang baru, malah berakhir dengan tragedi yang tidak terpikirkan. Mencuatnya berita virus corona atau disingkat dengan covid-19 pada akhir 2019 di kota wuhan, provinsi Hubei, China, menjadi tragedi memilukan dalam sejarah umat manusia pada era ini.  

Catatan mengenai awal mula virus corona ini menyebar,  di ceritakan pada berita kompas edisi  9 April 2020, yang ditulis oleh Jawahir Gustav Rizal, dalam penjelasannya bahwa ada banyak spekulasi awal mula penyebaran virus ini, sebagian orang meyakini bahwa kisah awal penyebaran, ketika seseorang terjangkit virus corona dari hewan yang diperdagangkan di pasar seafood Hunan, kota wuhan. 

Adapun temuan lainnya datang dari Jurnal Medis The Lancet menyatakan, bahwa belum tentu penyebarannya dari pasar tersebut, hasil analisis menemukan bahwa 14 pasien Covid-19 pertama, 27 diantaranya memiliki riwayat kontak langsung dengan pasar wuhan, namun analisis yang sama justru menemukan bahwa kasus pertama yang diketahui justru tidak memiliki kontak langsung dengan pasar tersebut.

Menurut seorang ahli imunologi, terkemuka di Universitas Lowa, Prof Stanley Perlman, mengatakan, keterikatan antara virus dengan pasar Wuhan hanya sebuah kebetulan “tidak dapat dikesampingkan”, namun jika disebut hanya sebagai kebetulan “nampaknya tidak mungkin” karna dalam materi genetik virus ini telah ditemukan di lingkungan pasar. 

Berbicara mengenai pasar di wuhan yang usut punya usut telah menjadi salah satu Faktor penyebaran virus corona. Dikisahkan dari beberapa sumber bahwa, sebelum penyebaran virus ini mencul, pasar Seafood Hunan, wuhan, sudah pernah menjadi salah satu masalah  wabah SARS di tahun 2002. 

Adanya rekam jejak yang buruk mengenai pasar ini. penjualan hewan liar seperti tikus, ular, kodok, anak anjing, kucing dan lebih 112 jenis hewan hidup di perjual belikan yang akhirnya  menjadikan pemerintah dan masyarakat dunia yakin bahwa kebenaran Virus Covid-19 muncul di pasar tersebut.  

Hewan-hewan yang di perjual belikanpun di jajahkan dengan kodisi hidup, pembeli bisa langsung membawa hewan tersebut dengan hidup-hidup, namun ada juga yang menyiapkan jasa pemotongan hewan. Meskipun pasar ini menjual aneka makanan laut seperti kepiting, udang dan aneka ikan. Namun, ada banyak juga hewan tak lazim yang di konsumsi dan diperjual belikan di sudut pasar wuhan tersebut.

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia ini, menjadikan Kepemerintahan di setiap dunia menerjunkan ahli kesehatannya untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus ini, tak hentinya setiap pemerintah ataupun Lembaga lainnya mengkampanyekan hidup sehat dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, isolasi mandiri mengurangi aktifitas di luar dengan work from home, mengkonsumsi makanan sehat, serta mengedukasi akan gejala virus Covid-19. 

Adapun gejala yang harus di wapadai dalam penyebaran virus ini, menurut pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) AS (dikutip dalam Ellyvon Pranita,2020),  bahwa setidaknya waspadalah saat mengalami demam, batuk dan sesak nafas. Namun, tidak semua  orang yang terinfeksi virus tersebut menunjukan demam, batuk, dan sesak napas. 

Adanya gejala lain yang bisa saja menunjukan gejala tersebut, tanpa disadari, antara lain: batuk yang kering yang terus-menerus, secara lebih tiga kali 24 jam, berkurangnya indra penciuman, berkurangya indra pengecap, terjadi sesak nafas yang intens diiringi batuk yang menyakitkan, sakit tenggorokan yang terus-menerus selama beberapa hari, mata merah, dijelaskan bahwa orang yang mengidap pneumonia akut rentan terserang virus ini pada area mata, selanjutnya mengalami kelelahan, meskipun tidak menunjukan gejala demam, kondisi kelelahan yang tidak wajar bisa menjadi faktor terjangkitnya virus covid-19.

Data kasus kematian akibat Covid-19 ini, di lansir dari halaman artikel  sains BBC NEWS Indonesia, mencapai  203.000 di seluru dunia. Dari data tersebut, kasus positif virus corona diseluruh dunia telah melampaui 2,9 juta. Angka ini semakin naik setelah kasus kematian di Amerika yang memiliki catatan kematian yang melampaui 54.256 jiwa. Dua kali lipat lebih parah dibandingkan dengan kematian di Italia dengan nilai presentasi 26.384 korban, Italia menempati peringkat kedua dalam daftar negara dengan angka kematian terbanyak.   Penelitian menyimpulkan ada lima negara  dengan angka kematian tertinggi di atas 20.000 jiwa yakni; AS, Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN