Mohon tunggu...
nurul aini
nurul aini Mohon Tunggu... si penyuka malam yang sepi

mahasiswa uinsu kelompok KKN-DR 118 instagram : @nurul_aini09

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Penggunaan "Masker Kain" Sangat Efektif Menangkal Virus Covid-19, Benarkah?

11 Agustus 2020   14:33 Diperbarui: 11 Agustus 2020   14:52 129 2 0 Mohon Tunggu...

Covid-19 atau biasa disebut "Corona" masih menjadi problematika masyarakat yang berada di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Salah satu problematika yang terjadi yaitu penggunaan masker dan jenis masker yang layak di gunakan untuk menangkal virus covid-19 tersebut. Yuk kita bahas!

Di Indonesia sendiri masker sekali pakai(masker medis) sangat di cari. Para penjual masker menjual dengan harga yang tidak masuk akal, bisa sampai 10 kali lipat dari harga aslinya. Mengejutkan bukan? Perlu diketahui, masker umumnya terbuat dari polipropilena dan sifatnya sekali pakai yang tidak bisa didaur ulang. masker medis berarti masker bedah atau prosedur yang pipih atau terlipat (sebagian ada yang berbentuk seperti mangkuk); masker ini dipasang ke kepala dengan tali. Penggunaan masker medis adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat membatasi penyebaran penyakit saluran pernapasan tertentu yang diakibatkan oleh virus, termasuk COVID-19. Namun, penggunaan masker saja tidak cukup memberikan tingkat perlindungan yang memadai, dan harus dilakukan juga langkah-langkah lain. Seperti kepatuhan dalam menggunakan masker saat di luar atau tidak, mencuci tangan dengan baik dan benar dan juga membawa handsanitaizer saat berpergian keluar rumah.

Penelitian tentang influenza, penyakit serupa influenza (influenza-like illness) dan coronavirus pada manusia memberi bukti bahwa penggunaan masker medis dapat mencegah penyebaran percikan yang dapat menyebabkan infeksi dari orang yang terinfeksi ke orang lain dan kemungkinan kontaminasi lingkungan akibat percikan ini. Bukti bahwa penggunaan masker medis oleh orang sehat di dalam rumah atau oleh orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien, atau oleh orang-orang di tengah perkumpulan besar yang berfungsi sebagai pencegahan masih terbatas. Namun, saat ini belum ada bukti bahwa mengenakan masker (baik masker medis atau jenis lainnya) oleh orang sehat di tengah masyarakat secara umum, termasuk penggunaan masker secara bersama-sama pada masyarakat luas, dapat mencegah masyarakat dari infeksi virus saluran pernapasan, termasuk COVID-19.

Semua orang harus:

  • menghindari perkumpulan orang dan ruang tertutup yang ramai;
  • menjaga jarak fisik sekurang-kurangnya 1 m dari orang lain, terutama orang yang menunjukkan gejala saluran pernapasan (misalnya., batuk, bersin);
  • sering membersihkan tangan, menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol jika tangan tidak tampak kotor atau sabun dan air bersih mengalir saat tangan terlihat kotor;
  • menutup hidung dan mulut dengan lengan yang terlipat atau tisu saat batuk atau bersin, segera membuang tisu tersebut setelah dipakai, dan membersihkan tangan;
  • menghindari menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Di beberapa negara, masker dipakai sesuai dengan kebiasaan setempat atau sesuai anjuran otoritas nasional dalam konteks COVID-19. Dalam situasi demikian, praktik terbaik cara menggunakan, melepas, dan membuang masker serta membersihkan tangan setelah melepas masker harus diikuti.

WHO menekankan bahwa masker medis dan respirator harus diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Mengapa? Mari kita bahas! Penggunaan masker nonmedis, yaitu masker yang terbuat dari bahan lain (misalnya kain katun), di tengah masyarakat belum cukup dievaluasi. Masker kain menjadi pilihan sebagian masyarakat di tengah kelangkaan masker bedah dalam upaya melindungi diri dari virus Covid-19. Saat ini belum ada bukti yang dapat dijadikan dasar yang mendukung atau menghalangi diberikannya anjuran penggunaan masker nonmedis di tengah masyarakat. Masker kain tidak memiliki perlindungan layaknya masker bedah yang terdiri dari 3 lapis. Tiga lapisan pada masker bedah yaitu lapisan luar anti air untuk melindungi droplet, lapisan tengah sebagai filter kuman, dan lapisan dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut pemakai. Tingkat perlindungan masker bedah ini sekitar 56 persen bagi partikel droplet berukuran nanometer.

WHO berkolaborasi dengan mitra-mitra penelitian dan pengembangan untuk lebih memahami efektivitas dan efisiensi masker nonmedis. WHO juga sangat mendorong negara-negara yang menganjurkan penggunaan masker oleh orang-orang sehat di tengah masyarakat untuk melakukan penelitian tentang topik yang penting ini.

Saat ini, para pengambil keputusan dapat terus menganjurkan penggunaan masker nonmedis. Di tempat tempat seperti itu, beberapa hal berikut terkait masker medis yang harus dipertimbangkan jumlah lapisan kain/tisu; kemudahan bernapas yang diberikan bagi pengguna dari bahan masker; sifat kedap air/hidrofobik; bentuk masker; kesesuaian ukuran masker.

Penggunaan dan pembuangan masker terlepas dari jenisnya penting untuk dilakukan dengan benar untuk memastikan masker tersebut efektif dan untuk menghindari peningkatan penularan. Informasi berikut tentang penggunaan tepat masker diambil dari praktik-praktik di fasilitas pelayanan kesehatan:

  • tempatkan masker dengan hati-hati, pastikan masker menutup mulut dan hidung, dan kaitkan dengan kuat untuk meminimalisasi jarak antara wajah dan masker.
  • hindari menyentuh masker saat digunakan.
  • lepas masker dengan teknik yang benar: jangan menyentuh bagian depan masker, melainkan lepaskan masker dari belakang.
  • setelah melepas atau setiap kali tidak sengaja menyentuh masker yang terpakai, bersihkan tangan dengan cairan antiseptik berbahan dasar alcohol(hand sanitaizer) atau sabun dan air mengalir jika tangan terlihat kotor.
  • segera ganti masker saat masker menjadi lembap dengan masker baru yang bersih dan kering.
  • jangan gunakan kembali masker sekali pakai.
  • buang masker sekali pakai setelah digunakan dan segera buang setelah dilepas.

Jadi, penggunaan masker kain masih belum efektif digunakan untuk mencegah virus corona. Untuk itu kita sebagai masyarakat jangan mengandalkan masker saja, tetapi juga dengan kesadaran diri sendiri seperti tidak berpergian keluar rumah dengan tidak menggunakan masker, membawa handsanitaizer, hindari dari kerumunan banyak orang dan juga memberi jarak minimal 1 meter dari orang terdekat sekitar. Tetap patuhi physical distancing untuk membantu memutus penularan covid-19.

VIDEO PILIHAN