Kesehatan

Pelayanan Farmasi di Era Revolusi Industri

7 April 2019   00:56 Diperbarui: 7 April 2019   03:02 56 0 0

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perkenalkan nama saya Nurul Afwi (N011181342)  salah satu Mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai "Pelayanan Farmasi dalam Kesehatan Masyarakat di Era Revolusi Industri ". Tetapi, ada baiknya jika terlebih dahulu kita mengetahui apa itu REVOLUSI INDUSTRI.

Revolusi merupakan gerakan perubahan yang terjadi secara social maupun kebudayaan yang saling terhubung antara kehidupan masyarakat.

Industri merupakan penggerak suatu bidang atau usaha contohnya dari bidang ekonomi menjadi bidang ekonomi industri.

Sedangkan,

Revolusi Industri merupakan perubahan yang terjadi di berbagai bidang, contohnya bidang ekonomi industri yang terjadi di masa sekarang, seperti mesin pengolahan daging mentah bakso menjadi bahan siap pakai untuk produksi masyarakat. Karena adanya revolusi industry inilah yang mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik dan lebih praktis untuk mendapatkan pekerjaan.

Seiring berjalannya waktu, revolusi industri ini semakin meningkat karena adanya tahap yaitu tahap pertama Revolusi Industri 1,0, tahap kedua Revolusi Industri 2,0, Tahap ketiga Revolusi industri 3,0, dan tahap terakhir yaitu Revolusi 4,0.

Pada tahap pertama yaitu Revolusi Industri 1,0  ini dimulai pada tahun 1750-1850. Pada saat itu perubahan di bidang pertanian terjadi secara cepat contohnya teknologi, transportasi, dan pertambangan memiliki dampak terhadap kondisi ekonomi maupun social budaya di muka bumi ini.

Pada generasi ini, sejarah tenaga manusia maupun hewan telah tergantikan dengan adanya kemunculan sebuah mesin. Salah satu mesin yang muncul ialah munculnya mesin uap pada abad ke-18. Pada saat ini Revolusi sejarah berhasil di catat sebagai penggerek kenaikan perekonomian secara dramatis selama dua abad lamanya, dan pada saat revolusi ini jugalah Negara-negara di dunia mengalami peningkatan sebanyak enam kali lipat.

Pada tahap kedua yaitu Revolusi Industri 2,0, ini dimulai pada tahun 1870.  Pada tahap ini selain disebut dengan Revolusi Industri 2,0 juga di kenal sebagai Revolusi Teknologi. Ini disebabkan Karena berkembang pesatnya industrilisasi yang merupakan sebuah fase pada abad ke-19 hingga abad  ke-20.

Pada saat ini ditemukan kemunculan pembangkit listrik dan motor pembakaran dalam (Combustionchamber) juga ditemukan alat mesin industri serta pengembangan pembuatan suku cadang,  juga di temukan Proses Bessermer penghasil baja, dan kemunculan alat elektronik lainnya seperti pesawat, telepon, mobil, dll. Penemuan-penemuan ini mengakibatkan awal mula Perang Dunia I.

Pada era ini juga semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan ilmuan modern seperti Niels bhor, Thomas Alfa Edison, Nikola Tesla, dan Albert Einstein. Selain itu juga sangat terlihat perkembangan ilmu manajemen yang berguna untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manufakyur.

Salah satu contohnya yaitu pembagian kerja diantara pekerja yang lain. Dengan saling bekerja sama pekerjaan dengan mudah akan selesai dan memperoleh pekerjaan yang baik hingga dapat meningkatkan produktivitas.

Pada tahap ketiga yaitu Revolusi Industri 3,0 ini ditandai dengan kemunculan internet dan teknologi digital pada akhir abad ke-20. Pada era ini dikenal dengan sebutan Revolusi Digital. Proses revolusi ini dinilai oleh ahli sosiolog Inggris yaitu David Harvey sebagai proses pemampatan ruang dan waktu. Ruang dan waktu semakin memuncak pada Revolusi 3,0 ujarnya.

Pada revolusi industry kedua yang memunculkan mobil membuat waktu dan jarak semakin dekat untuk menyatu keduanya. Oleh sebab itu, era revolusi digital sekarang telah dikenal dengan sebutan kekinian (real time) yang telah mengubah pola komunikasi masyarakat kontemporer. Bahkan praktik bisnis harus mengubah jalannya agar tidak ketinggalan zaman.

Namun di balik sisi positif di era revolusi ketiga, ada juga sisi negativenya bagi beberapa masyarakat, yaitu teknologi membuat pabrik dan mesin industri lebih memilih mesin dibandingkan tenaga manusia lagi. Mesin pada saat itu sangat canggih dan memiliki kemampuan berproduksi lebih berlipat ganda untuk masyarakat.

Konsekuensinya ialah kurangnya tenaga manusia dan reproduksi pun tidak terelakkan lagi akibat kekuatan luar biasa ini. Hanya dalam hitungan hari, sangat banyak produk yang di hasilkan oleh mesin tersebut, berbeda dengan apabila menggunakan tenaga manusia.

Pada tahap ke empat yaitu Revolusi Industri 4,0 dikenal dengan Intrnet Of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, Robotic and Sensor Technology, 3D Printing Technology, ini dimulai pada awal abad ke-21. Manusia telah menemukan pola hidup baru mereka yang hadir dan berkembang secara pesat. Ini sangat mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent.

Bahkan sejarah mencatat bahwa Revolusi Industri ini telah menelan banyak korban dengan matinya atau mundurnya perusahaan-perusahaan tinggi maupun perushaan besar di dunia. Pada generasi ini jugalah perusahaan banyak memberikan jaminan kelincahan menjadi kunci yang sangat besar untuk mendukung kberhasilan meraih prestasi dengan sangat cepat.

Hal ini terjadi karena Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industry transportasi di seluruh dunia atau Airbnb yang mengancam pemain utama menjadi jasa pariwisata, ini dibuktikan dengan tahap revolusi dari masa ke masa semakin timbul akibat ulah manusia yang terus menerus mencari jalan termudah untuk tidak menggunakan tenaganya sendiri untuk beraktifitas. Setiap revolusi tahap mengakibatkan konsekuensi pergerakan semakin cepat dalam kehidupan manusia di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2