Mohon tunggu...
Nurhilmiyah
Nurhilmiyah Mohon Tunggu... Penulis - IRT, Dosen, Narablog

Dosen PNS sejak 2005, jadi Kompasianer sedari 2010, ngeblog di fadlimia.com nafanifa.com menggapaicita.com catatanideinspirasi.blogspot.com dan nurhilmiyah.wordpress.com Sedang menempuh studi doktor di Universitas Sumatera Utara, angkatan 2021. Doakan semuanya lancar ya.

Selanjutnya

Tutup

E-Sport

Ayah, Bunda, Tidak Semua Games Itu Buruk, Lho

19 Oktober 2021   13:00 Diperbarui: 19 Oktober 2021   13:03 114 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
E-Sport. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jamie McInall

"Royan, Please deh, jangan main games kamu... mending nonton Youtube motivator tuh, biar tambah semangat belajarnya."

Nah, ini kata-kata saya ke anak laki-laki remaja 14 tahun yang lagi suka-sukanya games Mobile Legends. Saya pikir semua games itu sekadar menghabiskan waktu anak, mengalihkannya dari fokus mengerjakan tugas sekolah, dan tentunya menjalani aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan penelusuran saya dan tanya-tanya teman sesama ibu-ibu, berikut kesalahan-kesalahan anggapan orang tua terhadap games online yang dimainkan anaknya.

1. Games online bisa dihentikan sementara, nanti dilanjutkan kembali

Namanya saja games online (gim daring), pastinya dimainkan secara ber-regu, live, dan tentunya tidak bisa di-pause walaupun hanya satu menit. Orang tua, terutama ibu (karena tak jarang beberapa ayah milenial juga suka main gim), berpikir semua games itu bisa dimulai lagi saat anak memang punya waktu luang.

2. Games online penyebab nilai rapor anak anjlok

Games online kerap dijadikan alasan ketika nilai hasil belajar anak terjun bebas. Padahal si games online ini tidak salah apa-apa. Masalah intinya adalah anak belum mampu menyeimbangkan penggunaan waktunya. Kapan saat belajar, saat membantu orang tua di rumah, dan saat bermain gim daring.

3. Games online itu mainannya bocil alias bocah cilik

Anak saya yang remaja langsung protes kalau saya keceplosan bilang, tingkahnya seperti bocil saja, sudah gede kok suka main games. Katanya, games online itu justru orang dewasa yang banyak memainkannya. Malah dia menawari, "Coba deh Bunda main games online juga, biar tahu."

4. Games online itu cuma menghabiskan waktu, tidak ada keuntungannya

Banyak orang tua yang belum memahami makna main games bagi anaknya. Tak sekadar mengisi waktunya, bermain games online telah banyak diteliti oleh para pakar, mampu menstimulasi berpikir problem solving dan melatih ketangkasan berpikir anak.  Bahkan jika ingin menekuni dunia gamers, anak bisa diarahkan menjadi atlet eSport dan gamers profesional. Wah, keren ya, kalau menang turnamen kan lumayan banget tuh hadiahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten E-Sport Selengkapnya
Lihat E-Sport Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan