Mohon tunggu...
Nur RasyidH
Nur RasyidH Mohon Tunggu... Lainnya - Sekali Melangkah Menginspirasi

Pejuang

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Revolusi Diri

6 Desember 2021   13:13 Diperbarui: 6 Desember 2021   16:55 49 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Revolusi diri yang saya maknai adalah perubahan yang mendasar pada diri sendiri, baik perubahan gaya hidup, mindset dan perilaku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Revolusi diri segyonya dimulai dari hal yang kecil-kecil terlebih dahulu sebab sejatinya perubahan-perubahan besar di mulai dari perubahan kecil. Sejatinya orang-orang sukses adalah mereka yang mempunyai habithabit yang positif dalam kehidupannya.


Dari tahap yang kecil kita mampu melakukan perubahan yang besar. Mulai dari habit atau kebiasaan yang bersifat kecil dan konsisten. Kebiasaan kecil dan konsisten itu lebih baik daripada aktivitas yang sifatnya besar tapi tidak konsisten.


Perubahan diri hanya bisa dilakukan oleh dirimu sendiri artinya jika melakukan perubahan diri harus ada niat untuk menjadi lebih baik. Jika tidak ada niat maka perubahan tidak akan terjadi. Maka saat ini jika dirimu yang kurang baik maka mulai hari ini dan detik ini untuk memoles dirimu menjadi baik.


Dalam melakukan revolusi diri pastinya akan ada pengaruh terhadap diri sendiri seperti perubahan pola pikir, hati, dan penampilan. Perubahan diri ini tidaklah serta-merta langsung bisa berubah dengan cepat melainkan membutuhkan proses. Dalam melakukan revolusi diri maka yang diharapkan yaitu perubahan diri yang lebih baik.


Individu yang ingin berevolusi diri maka harus berupaya meningkatkan kualitas diri. Siapa yang ingin memiliki kualitas diri yang baik? Apa yang anda lakukan untuk menjaga kualitas diri mu? Jika Anda ingin memiliki kualitas diri yang baik, maka rawat dan jagalah dirimu dari berbagai hal negatif yang menyerang pada diri kita. Bukan hanya manusia yang melakukan perubahan diri tetapi hewan juga melakukan perubahan, mari belajar dari hewan. Pertama belajar dari kupu-kupu, wahai para manusia yang menggangap bahwa dirinya jelek, buruk, tak berguna jangan berkecil hati. Ibarat seperti kupu-kupu yang selalu senantiasa melakukan perubahan diri mulai dari ulat dan kepompong yang dianggap jelek atau buruk. Kupu-kupu tidak memperhatikan atau berpikir atas kejelekannya tetapi terus selalu berubah dari waktu ke waktu untuk memperbaiki dirinya. Kalau kita lihat kupukupu yang berterbangan membuat elok dimata dan sungguh mempesona dengan keindahannya.


Revolusi diri bukan hanya dilakukan di momentmoment tertentu atau saat tahun baru saja. Sejatinya revolusi diri dilakukan setiap saat untuk mengintropeksi diri terhadap kesalahan diri yang sudah dilakukan. Kenapa setiap saat? Coba dipikir sejenak

Banyak cara yang dilakukan untuk melakukan perubahan diri, salah satunya dengan cara meminta bantuan pada mentor/ pembimbing/guru. Mentor memberikan semangat dengan kalimat yang berbau motivasi untuk membangkitkan diri kita, kalaupun kita sedang murung ataupun sedih kita dapat kembali bersemangat menjalani aktivitas kehidupan ini. Mentor sebagai pembuka cakrawala berpikir yaitu memberi ilmu pengetahuan kepada individu yang dididik seperti ilmu yang spesifikasi dengan dirinya, seperti psikologi, ekonomi, agama, wirausaha, sosial dan politik. Mentor hebat yang saya kagum adalah Cokroaminoto, sebab Ir Soekarno sebagai presiden Republik pertama memiliki mentor yang bernama H.O.S Cokroaminoto. Tidak hanya Soekarno yang memiliki mentor Cokroaminoto yaitu Kartosuwiryo, Semaoen, Alimin, A. M. Sangadjie, Moeso (Wicaksana, 2020).

Jadikan masa mudamu untuk mencari pengalaman dan belajar. Kalaupun ada kesalahan dalam belajar ya wajar karena masih muda yang butuh banyak bimbingan orang yang lebih tua. Masa muda banyak-banyakin eksplor kemana-mana baik eksplor dibidang sosial politik, agama, budaya dan lainnya. Mumpung masih muda kuat fisiknya daripada eksplor dimasa tua yang sudah terjadi penurunan stamina fisik sehingga membuat gampang lelah dan capek.


Individu yang berevolusi diri harus berani keluar dari zona nyaman. Kalaupun tidak berani maka ketakutannya harus dimanagement. Dalam melakukan
Perubahan diri tidak perlu takut dalam setiap hal. Merasa takut atau merasa bersalah untuk melangkah perubahan
diri maka dalam dirinya tidak ada perubahan kemajuan selangkahpun. Jika masih punya rasa ketakutan diri maka
perlu untuk diatur atau istilahnya ketakutan harus dimanagement. Jadi ketakutan itu bisa diatur dan dikendalikan oleh diri sendiri, artinya sebagai sopir harus mampu mengendalikan rasa takut yang ada dalam diri. Sopir itu sebagai penggendali dan pengontrol apa yang
dikendarainya. Otak yang bertugas sebagai penggendali dan pengontrol dalam setiap kita beraktivitas. Maka disini otak memiliki peranan penting bagi kita yang seharusnya dirawat dan dijaga.

Daftar pustaka

Wicaksana, A. W. (2020). H.O.S Tjokroaminoto: teladan
perjuangan, kepemimpinan, dan
kesederhanaan. C Klik Media

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan