Mohon tunggu...
Nurrahman Fadholi
Nurrahman Fadholi Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa, pengajar, penulis

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Terbuka Yogyakarta dan pengajar Bahasa Inggris

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Peran Keluarga Juga Sangat Penting dalam Menanggulangi Kasus Klitih di Yogyakarta

11 April 2022   21:22 Diperbarui: 11 April 2022   21:26 268 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Para pelaku klitih. (sumber: jogja.tribunnews.com)

Akhir-akhir ini, kota Yogyakarta sedang dihebohkan dengan kasus klitih yang semakin meresahkan. Pasalnya, pada 3 April 2022 silam, kasus ini telah memakan korban. Korban yang diketahui bernama Daffa Adzin Abasith, yang merupakan siswa di sebuah SMA di Yogyakarta telah menjadi korban keganasan klitih hingga akhirnya meninggal dunia.

Terkait kasus tersebut, pemerintah kota Yogyakarta telah memerintahkan beberapa jajarannya termasuk jajaran kepolisian untuk turut menanggulangi kasus yang meresahkan warga kota gudeg ini. Kasus ini tidak hanya terjadi kali ini saja, namun pada tahun-tahun sebelumnya, kasus ini juga pernah terjadi.

Selain peran aparat dan pemerintah, peran keluarga juga sangat penting dalam menanggulangi kasus klitih ini. Harus ditelusuri dulu latar belakang keluarganya seperti apa. Apakah pelaku klitih tinggal di dalam keluarga yang tidak harmonis ataupun tinggal di lingkungan yang membuat pengaruh buruk bagi sang pelaku?

Jika pelaku tinggal di dalam keluarga yang setiap hari hanya bertengkar dan bertengkar saja, maka tidak heran jika yang bersangkutan mencari pelarian di luar rumah karena sudah jenuh mendengarkan orang tuanya yang setiap hari hanya bertengkar saja. Selain itu, yang bersangkutan juga kemungkinan memiliki teman sebaya yang membawa pengaruh buruk bagi dirinya. Teman sebaya yang kurang baik membuat pelaku juga ikut-ikutan tidak baik.

Maka dari itu, jika menginginkan kasus ini berakhir, perbaikilah hubungan keluarga dan awasi pergaulan anaknya. Jangan hanya mengandalkan pemerintah dan kepolisian, namun juga dari dalam keluarga si pelaku. 

Maraknya kasus ini menandakan lemahnya pendidikan di dalam keluarga, entah itu karena kesibukan orang tua dalam mencari nafkah sehingga si anak kurang dapat perhatian dari orang tua ataupun karena keretakan rumah tangga si pelaku yang berakhir dengan perceraian sehingga anak tersebut menjadi tertekan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan