Mohon tunggu...
Nur Rahma
Nur Rahma Mohon Tunggu... Mahasiswa

Bismillahirahmanhirahim

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Candi Sari sebagai Wisata di Yogyakarta Memiliki Daya Tarik Tersendiri

3 Desember 2020   15:00 Diperbarui: 3 Desember 2020   15:07 13 1 0 Mohon Tunggu...

Pariwisata adalah suatu keindahan alam yang dimiliki disetiap daerah. Pariwisata tidak hanya membutuhkan modal untuk kerja tetapi juga membutuhkan suatu keahlian, ketekunan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada dalam menjadikan pariwisata sebagai salah satu daya tarik yang diminati oleh wisatawan. Adanya suatu destinasi wisata dikarenakan adanya wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah wisata untuk menikmati daya tarik pada obyek wisata yang dikunjunginya, sehingga perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan ke suatu destinasi wisata. Suatu perjalanan wisata yang baik menurut pandangan wisatawan tidak hanya untuk berlibur dan berbelanja. Tetapi wisatawan juga ingin mencari sesuatu yang berbeda pada destinasi wisata yang ada diberbagai daerah. Salah wisata yang ada di Yogyakarta adalah Candi Sari.

Candi Sari yang berada di Yogyakarta memiliki potensi wisata yang besar dan memiliki ciri khas tersendiri. Candi Sari mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Candi Sari sebagai salah satu wisata di Yogyakarta yang dapat menjadi andalan dan harapan positif dalam membantu kesuksesan pariwisata di Yogyakarta. Candi Sari terletak di Desa Bendan, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk tiket masuk Candi Sari bagi wisatawan nusantara hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000,- per orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- per orang. Untuk jam operasionalnya dibuka mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 sore.
Candi Sari memberikan keindahan sejarah dengan relief-relief yang masih terjaga sampai saat ini. Pemandangan di sekitar candi juga tidak kalah indahnya dengan keindahan didalam candi. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas di kawasan Candi Sari seperti mempelajari sejarah yang terdapat pada Candi Sari, mengabadikan momen bersama teman, keluarga, maupun kekasih melalui kamera ataupun handphone, dapat mengelilingi Candi Sari dengan bersepeda, dapat mengunjungi rumah warga sekaligus bercengkrama dengan warga sekitar Candi Sari, dan dapat bersantai sembari menikmati indahnya sunset dan pemandangan yang terdapat pada Candi Sari.

Candi Sari merupakan candi peninggalan bersejarah yang termasuk salah satu Candi Buddha di Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti yang terdapat di sekitar Candi Sari menceritakan mengenai kehidupan kerajaan mataram kuno serta mengenai keterkaitan antara Candi Sari dan Candi Kalasan. Didalam prasasti disebutkan bahwa candi ini dibangun pada masa pemerintahan mataram kuno yaitu pada masa pemerintahan Rakai Pikatan Panangkaran pada abad ke-8 dan abad ke-9. Candi Sari dan Candi Kalasan dibangun pada masa pemerintahan yang sama sehingga keduanya memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Bahkan arsitektur yang ada juga memiliki kemiripan yang cukup identik.

Untuk hiasan tambahan atau reliefnya juga hampir sama. Seluruh kesamaan ini dituliskan dalam prasasti kalasan. Relief yang ditemukan di sekitar kalasan ini juga menjelaskan bahwa para penasehat agama wangsa Syailendra untuk membuat tempat untuk pemujaan Dewi Tara yang suci dan sakral. Selain itu tempat suci yang akan dibangun juga akan digunakan sebagai biara untuk para Pendeta Buddha.
Arsitek bangunan Candi Sari terdiri dari 9 buah stupa yang tersusun dalam 3 deretan sejajar. Ketinggian Candi Sari mencapai 17 meter dan panjang sekitar 17,3 yang berfungsi sebagai biara untuk tempat beribadah dan tempat tinggal para biarawan. Candi Sari memiliki lebar sekitar 10 meter yang menghadap ke matahari terbit atau arah timur. Bagian pada dinding Candi Sari cukup unik dimana terdapat lapisan Vajralepa yang merupakan semen hitam seperti yang ada di Candi Kalasan.

Terdapat pula beberapa patung Bodhisattva pada bagian luarnya, yang berjumlah 36 buah dengan pembagian masing-masing, delapan pada sisi timur, delapan pada sisi utara, dua belas pada sisi barat serta delapan pada sisi selatan. Pada tiap patung atau arca-arca yang terdapat pada bagian luar memegang bunga teratai yang berwarna merah dan biru atau biasa disebut sebagai sikap Tribangga. Terdapat batu-batu yang dipahat pada bagian dinding bilik bagian selatan yang berfungsi sebagai penyangga ujung tangga yang terbuat dari kayu. Bagian atapnya terdapat hiasan 3 buah relung pada masing-masing sisinya dengan bentuk atap berbentuk persegi datar.

Candi Sari merupakan salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang memiliki budaya dan sejarah yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan terutama wisatawan mancanegara, karena dapat mempelajari dan memahami sejarah maupun budaya yang terdapat pada Candi Sari. Selain itu Candi Sari memberikan keindahan alam yang masih asri dan sangat terjaga. Kawasan Candi Sari belum tercemar polusi hal ini dibuktikkan dengan adanya angin yang sejuk yang dapa dirasakan disekitar Candi Sari. Wisatawan yang berkunjung diharapkan dapat menjaga kebersihan candi seperti tidak membuang sampah sembarangan dan wisatawan dapat membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh pengelola candi.

Dengan mengunjungi dan berwisata ke tempat-tempat bersejarah seperti Candi Sari, maka akan sangat membantu wisatawan untuk mempelajari dan memahami sejarah mengenai Candi Sari. Dapat mengetahui kapan didirikannya bangunan Candi Sari, mengapa candi ini dibangun, relief-relief candi, sejarah dan mitos yang terdapat pada Candi Sari melalui warga sekitar atau tour guide, dapat menambah wawasan dan pengalaman mengenai peninggalan bersejarah dari nenek moyang. Selain itu, bagi wisatawan alangkah baiknya mengunjungi Candi Sari pada saat cuaca yang cerah pada musim kemarau. Adanya rerumputan hijau, pepohonan yang rindang, area persawahan milik masyarakat sekitar, dan angin yang sejuk menjadi daya tarik khas tersendiri bagi wisatawan yang datang mengunjungi candi. Wisatawan dapat mengabadikan momen melalui kamera atau handphone dengan latar belakang Candi Sari dan rerumputan hijau di sekeliling Candi Sari.
 
Biodata Penulis
Nur Rahma Handayani, bisa dipanggil Rahma. Tempat tanggal lahir, Sleman 19 Februari 2001 dan sekarang berusia 19 tahun. Rahma pernah menuntut ilmu di SD N Demangan Yogyakarta, SMP N 15 Yogyakarta, SMK N 4 Yogyakarta jurusan Usaha Perjalanan Wisata, dan sekarang sedang menempuh Pendidikan Strata 1 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Penulis merupakan seorang mahasiswi semester 3 yang mengambil program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Penulis mempunyai cita-cita sebagai seorang penulis dan pengajar (Guru), karena dengan menjadi penulis dapat menginspirasi banyak orang dari suatu tulisan yang telah dibaca oleh seseorang dan dapat menjelajah pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Dengan menjadi seorang pengajar dapat memberikan ilmu kepada semua orang yang membutuhkan. Menjadi seorang pengajar juga harus mempunyai ilmu untuk diajarkan kepada orang-orang. Penulis mempunyai hobi menulis, membaca, dan travelling. Karena dari hobi traveling berikut dapat dijadikan sebagai artikel yang dapat dibaca untuk semua orang.

Referensi:
(Nanda: 2020, https://tempatwisataseru.com).

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x