Mohon tunggu...
Nurohmat
Nurohmat Mohon Tunggu... Pembelajar

Pecinta Literasi dan Kelisanan, Penyuka Sains dan Penikmat Nada Semesta

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pembelajaran Jarak Jauh: Solusi atau Masalah?

2 Agustus 2020   12:42 Diperbarui: 2 Agustus 2020   12:38 18 1 0 Mohon Tunggu...

Pembelajaran Jarak Jauh:  Solusi atau Masalah ?
Oleh : Nurohmat

Ditengah wabah pandemik covid 19, salah satu yang mengalami induksinya adalah dunia pendidikan, khususnya persekolahan. Dalam mensiasati pandemik ini  pemerintahpun tidak tinggal diam,  regulasi terkait pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif solusi agar pendidikan dan pengajaran bagi generasi penerus bangsa tetap berjalan.  

Bahkan organisasi profesi seperti: PGRI, IGI, dll. serta kampus-kampus tidak ketinggalan menggiatkan pelatihan dan workshop berkenaan dengan pembelajaran jarak jauh, baik dari aspek strategis maupun teknisnya.

Namun demikian, dalam level mikro pembelajaran jarak jauh menjadi permasalahan tersendiri bila diterapkan di masa pandemik covid 19. Bila diklasifikasikan, setidaknya terdapat dua problem, yakni: (1) soal kesiapan materiil.  Pembelajaran jarak jauh  membutuhkan perangkat dan peralatan yang harus ada, seperti smartphone/komputer dan jaringan internet. 

Problemnya tidak setiap siswa/guru memiliki perangkat smartphone atau komputer yang kompatibel untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, dan kalaupun ada siswa yang memiliki smartphone, tidak semua smartphone yang dimiliki siswa  terhubung dengan akses internet yang  mencukupi, serta tidak semua daerah di Indonesia terlayani oleh jangkauan jaringan internet yang baik; 

(2) soal kesiapan non materiil, untuk permasalahan yang satu ini, kita dihadapkan oleh problem komitmen, kesiapan pengetahuan dan keterampilan tenaga pendidik dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh. Dalam mempraktikkan pembelajaran jarak jauh, tenaga pendidik harus memiliki literasi TIK yang baik serta harus memiliki semua perangkat kemampuan teknis yang mendukung hal tersebut. 

Celakanya,  tidak semua guru memiliki komitmen dan kemampuan teknis yang mendukung pembelajaran jarak jauh tersebut. Kalaupun ada yang bisa dan memiliki kemampuan teknis tersebut, belum tentu memiliki komitmen yang baik. Akibatnya alih-alih pembelajaran jarak jauh, yang terjadi adalah penugasan jarak jauh.

Dampaknya esensi kegiatan belajar mengajar  tidak terpenuhi.  Umumnya yang penulis amati adalah setiap harinya siswa diberikan soal/tugas  oleh gurunya hingga orang tua siswa turut repot dan kelimpungan juga.

Dalam mempraktikkan pembelajaran jarak jauh, harapan itu ada pada guru-guru kelahiran generasi milenial (kelahiran tahun 1980-2000) yang secara umum sangat akrab dengan TIK. Namun, bila dipetakan guru-guru kelahiran generasi milenial tersebut secara umum belum mendominasi jumlah guru-guru yang ada. Sehingga agak repot juga untuk memuluskan praktik pembelajaran jarak jauh yang ciamik dan efektif di semua level sekolah. Jadi, menurut Anda pembelajaran jarak jauh adalah solusi atau masih menjadi masalah ?

VIDEO PILIHAN