Mohon tunggu...
Nurmalita Eka Putri Wibowo
Nurmalita Eka Putri Wibowo Mohon Tunggu... Universitas Ahmad Dahlan

Pencari Jati Diri

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Konvergensi Media

15 April 2021   20:50 Diperbarui: 15 April 2021   21:13 31 0 0 Mohon Tunggu...

Perkenalkan, nama saya Nurmalita Eka Putri Wibowo. Saya berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi. Saya mulai memasuki dunia perkuliahan pada tahun 2019. Saya disini akan memberikan penjelasan apa itu konvergensi media dan bagaimana pengalaman saya ketika menggunakan media tersebut.

Peningkatan jumlah pengguna internet yang signifikan di Indonesia memberikan pengaruh besar terhadap eksistensi media pada saat ini. Untuk dapat terus eksis dalam perindustrian, media harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Dalam seminar yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nukman Lutfie, CEO Virtual Consulting mengatakan pengaruh media cetak akan "tergusur" dan tergantikan oleh sepak terjang media baru, koran yang paling cepat terkubur adalah yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan zamannya (Haryanto, 2014:211). Konvergensi saat ini menjadi kata kunci dalam perkembangan industri media.

Media massa kini tidak hanya didominasi oleh media cetak dan elektronik. Seiring kemajuan teknologi yang semakin cepat, muncul sebuah media baru menggunakan internet. Media baru inilah yang kemudian pelan-pelan menjadi salah satu pemenuhan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Berkembangnya teknologi informasi merupakan suatu kewajaran mengingat masyarakat yang juga tidak bisa lepas dari komunikasi. Perkembangan teknologi informasi menjadi babak baru dalam tata dunia dan perkembangan komunikasi manusia. Revolusi komunikasi ini apabila diurutkan dapat dimulai dari tahap pralisan, lisan, tulisan, cetakan, media massa, cybernetic, hingga media elektronika.

Konvergensi media diartikan sebagai penggabungan oleh media massa dengan teknologi digital yang telah berkembang saat ini. Berbagai jenis media telah digabungkan menjadi satu platform yang sama. Konvergensi media timbul oleh seiring dengan berkembangnya teknologi, dari adanya peralihan teknologi analog ke teknologi digital. Adanya internet dengan berbagai platform telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat luas. Konvergensi media mampu menggabungkan ketiga unsur 'C' yang terdiri dari computing, communication dan content.

Pengertian Konvergensi Media dan Contohnya Teori Konvergensi Media sudah diperkenalkan oleh Henry Jenkins dalam bukunya yang berjudul : Convergence Culture: Where Old and New Media Collide pada tahun 2006. Teori tersebut menyebutkan bahwa teknologi baru membawa media yang berbeda secara bersamaan untuk menjalankan sebuah fungsi yang baru.

Inilah beberapa contoh konvergensi media yang diketahui oleh masyarakat luas, yaitu: Kompas (Harian, Kompas TV, Kompas.com) ; Tempo Media (Majalah, Harian, tempo.co, Tempo TV) ; Republika (Harian, Republika.co.id) ; Media Indonesia (Harian, Metro TV, Metrotv.com) ; Seputar Indonesia (Harian, Sindo.com, RCTI)

Proses konvergensi media sendiri mempunyai lima tahap, yaitu :

1. Cross-promotion

Media yang berkonvergensi saling kerja sama untuk mempromosikan dan memperkenakan konten media satu sama lain. Kerjasama dalam bentuk iklan, audio, video, teks dan elemen visual lainnya.

2. Cloning

yaitu konten satu media diduplikasi dan diperbanyak untuk dimuat di media lain sebagaimana aslinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x