Mohon tunggu...
nurhidayati
nurhidayati Mohon Tunggu... Guru - Love to reading, writing, eating nice foods, watching netflix movies, enjoying every second I have at my life

Teacher and Author Alumni STKIP SILIWANGI BANDUNG 12220300 Works at SMP PGRI CIPANAS from 2017 until now Works at SMP I AL FAJAR from 2020 until now Five Minutes Left "Snacbook" Bentang Pustaka (2017) Share your experience with me Facebook : Hilda Chamberlain Instagram : nurhidayati_hilda Wattpad : Hilda32

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Lima Cara Menghadapi Orang yang Emosian, Sudah Dicoba?

28 Januari 2021   12:00 Diperbarui: 28 Januari 2021   12:07 459
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Emosi adalah perasaan atau sensasi yang timbul dari dalam hati manusia dan tersampaikan oleh gerakan fisik baik itu menangis, tertawa, tersenyum, terkejut dan lainnya. Emosi bisa saja tersalurkan dengan cara yang baik ataupun bahkan buruk akan tetapi adakalanya emosi bisa membuat masalah bahkan ada juga yang malah memperkeruh masalah.

Kadangkala manusia bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang tenang namun bagaimana jika menghadapi manusia yang emosian dalam hal "buruk" ?

1. Stay Cool and Keep Calm

Stay Cool and Keep Calm. Slogan yang benar adalah dengan tenang. Ketenangan adalah perasaan dimana hati tak was-was, cemas atau gelisah dengan keadaan disekitar. Manusia juga memiliki problema tersendiri sehingga munculah emosi yang sengaja atau tidak sengaja keluar dari dalam jiwa. Beberapa kasus sering terjadi utamanya dalam dunia pekerjaaan. Pernah mengalami faktor senioritas tanpa batas? Yah karena sikap setiap rekan berbeda-beda sehingga banyak dani manusia yang cenderung semena-mena. Ada yang mengalami perbedaan pendapat. Semisal ketika kalian ada dibawah naungan pekerjaan yang sama lalu kalian tidak bisa bergabung dalam kegiatan karena ada urusan pribadi sementara atasan memaklumi namun rekan kalian malah berburuk sangka dan menyebarkan gossip bahwa kalian yang memisahkan diri dengan siapapun. Munculah konflik beda paham dimana kalian tidak merasa namun si penuduh merasa lain.

Hal yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan memberikan klarifikasi dengan baik lalu mengatakan dengan jelas alasan bahwa bagaimana dan mengapa kalian tidak sempat bergabung. Oleh karenanya dengan menanggapi dengan tenang, tidak terbawa emosi semuanya akan bisa dihadapi. Menghadapi orang marah bukan dengan sentakan pula tapi dengan mendengarkan lalu memberikan penjelasan secara baik.

2. Explain what the real happend 

Explain atau menjelaskan sangat perlu karena adakalanya semua hal sulit dikatakan namun menghadapi orang yang emosian mereka selalu menuntut penjelasan terkait kesalahan dan mereka tak akan pernah puas sebelum mendapatkan penjelasan sesuai ekspektasi mereka. Orang yang emosian akan terus menerus memaksa karena dalam pikiran mereka timbul pikiran negative dan bisa jadi semakin rumet karena itulah dengan kalian menjelaskan inti permasalahan mungkin bisa meredakan emosi orang yang emosian tadi.

3. Give a little time 

Ada pepatah mengatakan 'time will heal the wounds' yang bisa dikatakan waktu akan menyembuhkan luka dan semuanya akan baik-baik saja. Kalimat ini tidak sepenuhnya salah namun kebanyakan banyak hal yang membutuhkan waktu lama untuk berpikir dengan seksama. Kadang pertikaian itu melelahkan dan bisa saja membutuhkan penjelasan panjang untuk mencerna lalu mencari solusi yang baik ke depannya supaya masalah ini tidak berlarut-larut karena itulah segala hal perlu dipikirkan dengan matang.

Misalnya ketika kalian memutuskan untuk menikah dengan orang yang baru kalian kenal kurang dari tiga bulan, pasti muncul yang namanya kecurigaan namun dengan berpikir jernih, berdiskusi saling terbuka dengan pasangan keinginan menikahpun bisa terjadi meksi hanya kurang dari tiga bulan. Alasannya mereka sudah memikirkan dengan sangat dalam serta pemikiran tersebut terwujud dengan waktu yang lama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun