Mohon tunggu...
Nur Halimah
Nur Halimah Mohon Tunggu... Gabut yang positif

Kalau ada bahan aja

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Hujan yang Begitu Deras

25 September 2020   21:06 Diperbarui: 25 September 2020   21:16 28 0 0 Mohon Tunggu...

Kubuka pintu rumah dan menghirup udara segar. Terik matahari rumayan cerah dan membakar kulitku. Aku berjalan pelan-pelan, tidak ada orang di rumah. Masker, body lotion dan skincare seadanya jadi satu-satunya yang melindungi kulitku.

Menenteng tas kecil berisi hand phone dan dompet, tidak lupa juga aku membawa chargernya. Tote bag berukuran sedang berisi baju ganti, dan laptop. Aku berdiri seberang jalan rumahku, dan melambaikan tangan ke mobil angkutan umum yang lewat.

"Pak, gang aut?"

Karena rumahku rumayan di ujung penghabisan angkot, jadi penumpang pertama adalah aku. Aku mengambil posisi tempat duduk di pojok bagian dalam. Jendelanya besar, jadi aku bisa melihat setiap jalan yang telah terlewati.

Semakin lama, penumpang menjadi ramai, di dalam sesak, gerah, dan aku membuka jendela mobil. Aku selalu menanti untuk melihat pom bensin pertama, di wilayah kebon jati. Lalu masjid ber cat hijau dan hitam di pinggir jalan. Kuperhatikan lagi ramainya angkringan soto muara Bogor. Selalu mengingat sesuatu dari ketiga tempat itu saat melewatinya.

Setelah sampai ke pertigaan lampu merah Empang, aku segera menyiapkan uang receh. Mencari dompet dan kucari lembaran 5000 rupiah. Angkot yang kunaiki masih berjalan terus, setelah tiba di Pasar Bogor aku turun.

Aku menyusuri jalan Surya Kencana, menghampiri sebuah Swalayan. Tiba di Swalayan aku menaiki eskalator ke lantai tiga. Banyak produk yang dijajakan, aku mengambil minuman susu kemasan rasa Hazelnut, air mineral, beberapa kue pisang dan egg tart favoritku.

Ada sebuah food court dan aku duduk disana, sengaja waktu pagi tadi aku tidak makan dahulu. Ada jus buah mangga, cilok bandung mang Deden, dan aku pesan semuanya. Di meja yang aku duduki sudah penuh makanan. Beberapa ada yang harus dihabiskan sekaligus. Masih banyak terlintas dipikiranku ingin makanan apalagi.

Banyak perasaan dan beban fikiran yang begitu rumit di dalam kepalaku. Semampuku kuatasi dengan berjalan-jalan ke Kota. Membeli makanan favoritku mungkin bisa memperbaiki suasana hati dan pikiran. Kebetulan aku bukan jalan-jalan tanpa tujuan.

Sejak tadi malam aku sudah janjian dengan dua sahabatku. Aku ingin pergi ke tempat mereka di daerah Bekasi. Sebelum kesana aku biasa berjalan-jalan sendirian. Setelah makan, aku habiskan jus mangga yang manis itu. Setelah cukup kenyang, energi dan tenagaku terisi kembali.

Kulanjutkan perjalananku menuju Stasiun Kereta Api Bogor. Di depan Swalayan, aku naik angkot no.02.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
25 September 2020