Kesehatan

"Radio Frequency Identification"

14 November 2017   12:10 Diperbarui: 14 November 2017   12:24 657 0 0

TUGAS SITK

RFID ( RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION )

 

Disusun Oleh :

Kelompok 20

Ika Zakiyah

Nur fadhilah

Utari Dwi Hafsari

PROGRAM PRODI D-III KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

JL. LETNAN JIDUN NO. 2

2017

BAB I 

PENDAHULUAN 

  

A. Latar Belakang 

Perkembangan teknologi dengan sistem komunikasi yang semakin pesat dan mendunia memungkinkan perusahaan-perusahaan yang ada untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan proses bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tersebut. Salah satu teknologi yang menggunakan system komunikasi yang sedang berkembang belakangan ini ialah penggunaan Radio Frequency Identification (RFID) dimana teknologi ini perlahan menggantikan sistem barcode yang umumnya masih banyak digunakan. (Deni,2015) 

Radio Frequency Identification (RFID) merupakan sebuah sistem yang menggunakan metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip slikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi. (Deni,2015) 

RFID menggunakan frekuensi radio untuk membaca informasi dari sebuah device kecil yang disebut tag atau transponder. Tag RFID ini akan mengenali ketika mendeteksi sinyal dari device yang kompatibel yaitu pembaca Smartcard-RFID atau reader. Reader RFID akan membaca kartu tanpa harus menempelkan kartu tersebut kedalam reader. Proses pembacaan tersebut adalah melalui kartu yang membawa informasi yang unik seperti serial number dalam bentuk hexadecimal. (Deni,2015) 

Teknologi RFID menjadi jawaban atas berbagai kelemahan yang dimiliki teknologi barcode yaitu selain karena hanya bisa diidentifikasi dengan cara mendekatkan barcode tersebut ke sebuah reader, juga karena mempunyai kapasitas penyimpanan data yang sangat terbatas dan tidak bisa di program ulang sehingga menyulitkan untuk menyimpan dan memperbaharui data dalam jumlah besar untuk sebuah item. (Futriono,2017) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3