Mohon tunggu...
Nurdinda Filza Mahzura
Nurdinda Filza Mahzura Mohon Tunggu... KKN dr kelompok 49

Fakultas kesehatan masyarakat Prodi ilmu kesehatan masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Cegah Stunting, Itu Penting!

16 Agustus 2020   01:40 Diperbarui: 16 Agustus 2020   01:28 43 0 0 Mohon Tunggu...

Apa itu stunting ?
Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting merupakan kondisi serius yang terjadi saat seseorang tidak mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat dalam waktu yang lama
Stunting terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK) akibat kekurangan gizi pada saat ibu mengandung, dan stunting baru dapat di lihat pada saat anak berusia 2 tahun.
Secara global, stunting berkontribusi terhadap 15-17 persen dari seluruh kematian anak. Walaupun mereka selamat, mereka kurang berprestasi di sekolah sehingga menjadi kurang produktif saat dewasa.
Bagaimana proses terjadinya stunting ?
Kondisi anak indonesia pada umumnya baik pada saat lahir, akan tetapi terjadi gagal tumbuh setelah memasuki usia 2-3 bulan. Stunting mulai terjadi dari awal pra-konsepsi yaitu ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemia, kemudian menjadi parah ketika hamil dengan asupan gizi yang tidak mencukupi kebutuhan dan ibu hidup di lingkungan sanitasi yang kurang memadai.


Adapun faktor penyebab stunting selain dari mengalami kekurangan gizi pada saat 1000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu :


1.Kurangnya pengetahuan orang tua dalam pola asuh anak
Banyak dari calon orang tua atau bahkan yang sudah menjadi orang tua yang tidak mengetahui tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, dan banyak bayi berusia 0-6 bulan tidak mendapatkan asi eksklusif kemudia pada bayi berumur 0-24 bulan tidak mendapatkan makanan pendamping ASI

2.Terbatasnya layanan kesehatantermasuk layanan anc, post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas
Masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan atau tinggal di desa masih kekurangan pelayanan kesehatan yang memadai, mereka harus mengeluarkan biaya mahal dan jarak tempuh yang cukup jauh untuk menjangkau tempat pelayanan kesehatan, sehingga membuat mereka enggan untuk melakukan pemeriksaan di tempat pelayanan kesehatan. Hal itu di tandai dengan 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di Pendidikan Anak Usia Dini, Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu, dan tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi.


3.Kurangnya akses air bersih
Lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi kondisi bayi dalam kandungan. Banyak sekali di temukan rumah tangga yang masih melakukan BAB di ruang terbuka dan belum memiliki akses ke air minum bersih khususnya di masyarakat pigiran kota-kota besar dan desa desa terpencil.
Hal tersebut akan mengakibatkan Dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang.


Dampak jangka pendek :


1.Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian pada balita
2.Peningkatan biaya kesehatan
3.Perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak tidak optimal


Dampak jangka panjang :


1.Postur pendek pada saat dewasa
2.Resiko obesitas dan penyakit lain meningkat
3.Kesehatan reproduksi menurun
4.Kapasitas belajar kurang optimal pada saat masa sekolah
5.Produktivitas dan kapasitas tidak optimal


Nah, bagaimana dengan cara pencegahannya ?
Yaitu dengan :


1.Mendapatkan nutrisi yang baik, di mulai ketika pada saat kehamilan harus mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang.


2.Memberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x