Mohon tunggu...
Nurcahyo AJ
Nurcahyo AJ Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pembaca setia kompas

Things Left Unsaid

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Cocoklogi: Konspirasi diatas konspirasi

8 April 2016   21:47 Diperbarui: 9 April 2016   03:35 2838
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Untungnya yang ditunjukkan itu adalah lafadz Allah, coba anda bayangkan bagaimana jika ditemukan pulau dengan pola dan bentuk yang diasosikan sebagai setan. Apakah ini berarti tanda Kebesaran Setan? Sekarang anda alihkan citra satelit anda kepada pulau Sulawesi, bentuknya sekilas seperti huruf (K), apakah (K) merupakan kode inisial untuk Ordo Kabbalah? Sekelompok orang yang mempraktekkan esoterik mistisisme a la Yahudi?

Lalu kemudian putar lagi Pulau Sulawesi sedemikian rupa maka anda akan menemukan gambaran tanduk yang bisa saja diasosiasikan kepada Tuhan bertanduk atau Kambing Mendes atau Baphomet atau Tuhan dari para penyihir kuno. Dan coba perhatikan baik baik bentuk pulau Papua, mirip sekali dengan binatang khas disana, burung Kasuari. Apakah ini tanda kebesaran Kasuari?

Saya jamin kalau diteruskan keisengan anda, putar sana, putar sini, zoom bagian timur, zoom bagian barat, cek bagian utara, ngintip bagian selatan akan anda dapati berbagai ribuan citra satelit yang bisa diasosiasikan terhadap apapun yang anda mau. Entah binatang, entah tumbuhan, entah setan atau Tuhan. 

Karena memang cara kerja otak kita memproses informasi selalu berusaha mengasosiasikan dengan objek yang paling mudah diingat otak kita. Fenomena ini dalam dunia psikologis ini disebut PARAEDOLIA

Diatas adalah contoh Cocoklogi antara fenomena alam dikaitkan dengan sesuatu yang relijius. Cocoklogi yang juga seringkali  Aktivis Islam yang baru belajar adalah adanya konspirasi dari perkumpulan rahasia yang ingin menguasai dunia, objek yang menjadi pembahasan biasanya seputar gerakan kaum Yahudi (zionis), Illuminati, pemujaan setan, Amerika, freemason dan lain lain. 

Sebahagian kawan tadi dengan mudahnya mengasosiasikan objek tertentu terkait dengan gerakan rahasia. Sebut saja lambang televisi TransTV yang disamakan dengan freemason, Logo Coca Cola yang jika dibalik akan terbaca mirip dengan “La Muhammad, La Mekkah”, dan lain lain.

Contoh Cocoklogi yang lain, bisa anda klik disini

KONSPIRASI DIATAS KONSPIRASI

Untuk anda yang mempelajari tentang perang dunia kedua, pastilah akan menemukan hal menarik terkait konspirasi yang jumlahnya ratusan, baik di medan peperangan di daratan eropa maupun di front pasifik. Saya ambil satu contoh Konspirasi yang dilakukan sekutu sebelum meng-invasi daratan eropa secara besar-besaran. Laiknya sebuah peperangan, baik Sekutu dan Jerman, melakukan konspirasi, operasi intelijen dan kontra-Intelijen. Sekutu melancarkan penipuan terbesar sepanjang sejarah, yakni OPERASI FORTITUDE. Sekutu berhasil meyakinkan Jerman bahwa lokasi pendaratan adalah pelabuhan sekitar Pas-de-Calais bukan Normandia. 

Invasi ke Normandia sendiri mempunyai dua konsep besar, yang pertama  dinamakan OPERASI SLEDGEHAMMER (1942) dan yang kedua, OPERASI ROUNDUP (1943). Roundup diterima sebagai rencana paling mutakhir untuk mengukuhkan posisi sekutu di daratan Eropa, operasi ini diganti namanya menjadi OPERASI OVERLORD dan ditunda eksekusinya sampai 1944. Yang ingin saya katakan disini adalah, terdapat dua konspirasi yang berjalan sekaligus (Fortitude dan Overlord) dalam waktu yang sama. Inilah contoh Konspirasi bertingkat atau Konspirasi diatas Konspirasi.

Beralih dari Konspirasi Sekutu di daratan Eropa, kita tarik sedikit kepada kejadian di negara kita baru-baru ini. Masih ingatkah kita, ada seseorang artis ber-inisal BB yang memamerkan surat tugas dari Badan Intelijen Negara (BIN) ke dalam akun sosial miliknya. Reaksi selanjutnya mudah ditebak, BB menjadi cemoohan netizen Indonesia, Kepala BIN meradang dan memecat keanggotaan BB dari semua tugas intelijen. Anda percaya cerita ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun