Mohon tunggu...
NUR LAILIWARDIANA
NUR LAILIWARDIANA Mohon Tunggu... Guru - Guru

Saya senang sama anak-anak oleh sebab itu saya memilih menjadi guru paud.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Huruf pada Anak Usia Dini Melalui Media Stik Huruf

17 November 2022   12:17 Diperbarui: 12 Desember 2022   08:22 835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 masyarakat banyak para ibu yang sangat khawatir anaknya tidak bisa membaca, obrolan kecil dengan orang tua yang mempunyai anak usia dini mereka rata-rata khawatir takut anaknya tidak bisa membaca ketika masuk sekolah dasar. Dengan adanya kekhawatiran  tersebut ahirnya tidak sedikit orang tua yang memasukan  les anaknya sejak dini, bukan hanya membaca bahkan banyak orang tua yang memberikan berbagai les kepada anaknya, yang terkadang bukan memberikan kesenangan pada anak yang memang seharusnya di berikan sesuai dengan masa perkembangannya, tapi malah membeorikan tekanan bagi anak dan banyak anak-anak yang bermasalah akibat pola asuh yang diberikan oleh orang tuanya sendiri.

Dalam hal ini tentunya Masalah membaca bagi anak usia dini sangat menarik untuk di bahas kaitannya dengan masalah perkembangan anak yang sangat sensitif dan harus hati-hati, ini kaitannya dengan masalah bagaimana cara mengajarkan membaca kepada anak dengan metode yang benar-benar tepat untuk anak usia dini. Membaca bagi anak usia dini bagian dari Perkembangan bahasa yang tak kalah pentingnya dengan perkembangan lainnya .

Pengertian anak usia dini menurut undang-undang no. 20 tahun 2003  tentang sistem pendidikan nasional yang disebut dengan anak usia dini adalah anak usia 0- 6 tahun, sedangkan menurut para ahli adalah anak usia 0-8 tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan pembahasan yang sangat luas dan sangat menarik untuk dikaji, karena usia dini merupakan awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk lebih jelas lagi tentang pembahasan anak usia dini.

Menurut Prof. Marjorry Ebbeck (1991) seorang pakar anak usia dini dari australia menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah pelayanan pasa anak mulai dari lahir sampai usia delapan tahun. Sedangkan menurut undang-undang tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar anak memiliki kesiapan dalam mengikuti pendidikan lebih lanjut. Hibana S. Rahman ( 2005: 4). 

 Hainstock (2002:85) menyebutkan bahwa membaca merupakan pengenalan huruf-huruf atau bunyi huruf dengan cara melihat, menyentuh dan mendengarkan setiap huruf yang diucapkan satu persatu kemudian di gabungkan untuk membentuk kata-kata pendek. Adapun menurut Shofi (2008:21) berpendapat bahwa membaca bagi anak usia dini merupakan aktivitas kompleks yang mencakup fisik (gerakan mata dan ketajaman penglihatan), aktivitas mental (daya ingat) dan pemahaman. Lebih lanjut, Shofi mengemukakan bahwa setiap anak akan dapat membaca dengan baik bila mampu melihat huruf-huruf dengan jelas dapat menggerakkan mata secara lincah, memahami simbol-simbol bahasa secara tepat, dan memiliki penalaran yang cukup untuk memahami bacaan.

Dari kutipan di atas saya mempunyai cara supaya anak-anak senang dengan membaca tanpa ada tekanan. Salah satu nya dengan media yang menarik. Berikut media yang dapat menarik anak dalam mengenal lambang huruf yaitu dengan media stik huruf. Media stik huruf ini sangat mudah didapatkan karena dari bahan bekas yaitu kardus bekas.

Untuk ibu-ibu yang mempunyai anak usia dini dapat mencoba nya. Untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang huru.

Bahan dan alat yang digunakan :

1. Kardus bekas 

2. Lem 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun