Mohon tunggu...
Nur Alam Ali
Nur Alam Ali Mohon Tunggu... Memanusiakan manusia

Hiduplah seperti orang hidup

Selanjutnya

Tutup

Novel

Sajak Cinta Anak Surau - Part 2

26 Maret 2020   02:56 Diperbarui: 26 Maret 2020   13:56 28 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sajak Cinta Anak Surau - Part 2
Sumber gambar : https://www.santriyai.com/

 

Azan Magrib mulai berkumandang cahaya jingga mulai berlenggak-lenggok diantara dedaunan yang tertiup oleh angin. Hery langsung bergegas ke Masjid untuk menunaikan solat Magrib, setiap langkah menujuh Masjid pikiran dia sudah menujuh pada gadis yang cantik jelita siapa lagi kalo bukan Santi, rasanya sudah tak sabar ingin melihat wajah Santi yang begitu cantik dan menawan hati.

Hery sebenarnya adalah orang yang sangat pemalas untuk mengaji apa lagi dia sedikit kesulitan saat membaca Al Qur'an sehingga semakin membuat dia yakin untuk tidak mengaji. bagi dia mengaji itu sesuatu yang sangat membosankan apa lagi dia sudah tujuh hari surat Al Fatikha tidak lulus-lulus. jadi lenggkaplah sudah alasan di untuk tidak suka mengaji, 

dalam hati Hery selalu menjerit Oh Tuhan kenapa kau tidak ciptakan hari itu menjadi hari jum'at semua, sehingga aku bisa bertemu dia tanpa harus mengaji dulu.  

Tapi itu dulu sekarang Hery itu menjadi santri yang paling rajin mengaji, karana dia tahu kalo berangkat kemalaman nanti tidak bisa berangkat bersama pujaan hatinya, maklum tempat dia mengaji memang lumayan jauh makanya kalo mau berangkat harus pake sepeda dan berbonceng-bocengan kalo yang cowok pasti yang mengemudi dan yang cewek yang membonceng, Hery tidak mau melepaskan kesempatan berduan dengan santi hanya karna terlambat berangakat mengaji.

pesona Santi memang sunggu sangat luar bisa senyumanya mampu membuat Hery si pemalas menjadi santri yang sangat rajin meski kita tahu niat dia mengaji bukan karna Allah melaikan karna gadis pujaan hatinya.

Setelah selesai Solat Magrib Hery langsung bergegas ayunkan pedal sepedanya menujuh pemberhentian pertama titikkumpul sebelum berangkat ngaji bersama teman-temanya, dari kejauhan sudah terlihat wajah pujaan hatinya, jantung Hery tiba-tiba berdetak dengan irama yang tidak setabil keringat bercucuran karna dia masih gerogi saja saat bertemu dengan pujaan hatinya. 

semua orang sudah berkumpul saatnya untuk berangangkat mengaji, seperti biasa Hery selalu memboncengkan Santi. Sambil mengayunkan pedal sepedanya Hery ngobrol ringan tapi begitu renyah terdengar di telinga.

Hery : Kamu tahu engga kenapa aku tidak suka dengan polisi

Santi : Ga tahu

Hery : Karna aku takut polisi menangkap aku karna ketahuan mencuri hatimu.

Santi : HMMMMM (tersipu malu)

Bersambung.....

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x