Mohon tunggu...
Nur Laela
Nur Laela Mohon Tunggu... 1806026019

Nur Laela 1806026019

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Perubahan Sistem Pendidikan pada Masa Pandemi

5 Juni 2020   11:32 Diperbarui: 5 Juni 2020   11:23 1348 0 0 Mohon Tunggu...

ketika menghadapi wabah covid-19 di indonesia, sebagian orang menganggap bahwa menjaga jarak dengan orang lain tidak cukup untuk memutus penyebaran virus ini. dalam memutus penyebaran virus, kini indinesia telah memiliki kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kini indonesia juga sudah menerapkan di berbagai daerah seperti, jakarta, surabaya, tegal, dan lain sebagainya. dengan hal ini pemerintah juga melakukan kebijakan untuk masyarakat agar tetap membatasi interaksi sosial, tidak berkrumunan lebih dari lima orang, tidak keluar rumah apabila tidak ada suatu kepentingan, selalu jaga jarak, cuci tangan daan selalu menggunakan masker di kala keluar rumah. dari kebijakan pemerintah tersebut, masyarakat merasakan kerugian besar dalam berbagai bidang, seperti bidangsosial,  ekonomi, pendidikan, dan lainnya. 

melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani pelajar dan pembimbing, namun syarat dari penguatan nilai-nilai karakter dalam perkembangan status kedaruratan covid-19. penyesuaian tersebut ada dalam surat edaran nomor 2 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan covid-19 di lingkungan kemendikbud, dan ketua Tim Pakar penanganan Covid-19, di istama kepresidenan, provinsi DKI Jakarta, Kamis (14/5)

sistem pendidikan diindonesi yang saya ketahui yairu sering berubah disetiap tahunnya, namun perubahan tersbut hanya dalam perubahan sistem kurikulum. dengan maraknya covid-19 kini indonesia bisa dikatakan telah  mengalami perubahan sistem pendidikan dalam bentuk fisik, dengan arti penerapan sistem dari, (belajar dirumah saja). sistem pendidikan yang berubah-ubah itu akan membuat siswa semakin sulit untuk memahami pembalajaran, tentunya juga membuat rugi di kalangan siswa, apalagi ditambah dengan sistem daing, yang mana membuat murid semakin lemah ataupun bisa jadi malas untuk belajar, karena sistem pembalajaran yang sulit dipahami ditambah dengan kondisi tempat yang tidak memungkinkan, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) mereka memiliki banyak tangan yang dihadapi , seperti : sulitnya jaringan internet, akses transportasi yang tidak memadai, kurangnya penerangan seperti belum adanya listrik, perlengapan pembelajaran yang kurang memadai, kemampuan baca, tulis siswa yang rendah, serta harga kebutuhan yang mahal. 

pada masa pandemi semua orang dianjurkan untuk tetap dirumah saja, sedangkan pendidikan juga tetap berlanjut hingga masa semester akhir. kerugian dalam bidang pendidikan tidak hanya dirasakan oleh siswa, maupun guru pembimbing, namun orang tua juga merasakan kerugian tersebut. ditambah lagi dengan berakhirnya semester akhir dan uang pendidikan tetap berlanjut. dalam masa apndemi bidang ekonomi juga terkena kerugian, yang mana banyak orang tidak boleh kerja , namun untuk tetap dirumah saja, hal ini membuat ekonomi masyarakat bengkak dan juga menimbulkan dampak terhadap kemiskinan desa. 

kebijakan pemerintah dalam penyesuaian pemanfaatan bantuan oprasional sekolah yang fkelsibel untuk memenuhi kebutuhan dalam sekolah selama pandemi kini belum juga dirasakan, padahal hal ini merujuk pada dua peraturan terbaru Pemendikhub Nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan menteri penddidikan dan kebudayaan nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler. pembelajaran dari rumah benar-benar dirasakan sangat sulit bagi pembimbing maupun murid, karena hal ini semua dipaksa untuk bertransformasi dan beradaptasi dalam kondisi pandemi

VIDEO PILIHAN