Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

Merangkai aksara menjadi kata agar lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seindah Senyum Mentari

6 Desember 2022   11:19 Diperbarui: 6 Desember 2022   11:34 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Debar rindu yang perlahan menyusup dibalik awan yang abu-abu

Menghadirkan seberkas rasa yang sepertinya langitpun tahu

Seperti pagi mengayunkan biduk bunga yang tertawan senyum kupu-kupu

Hadirmu kembali menawarkan rasa  yang sempat kupikir telah mati

Tapi ternyata kini semburat rindunya bersinar dan hadir kembali

Mengurai senyum tulus yang kian bertahta diantara sanubari

Ketika resah menghiasi rindu yang enggan menepi

Hingga  sepotong pagi yang menawan seakan tiada arti

Selaksa rinduku hanya fatamorgana penghias teriknya mentari

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun