Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

Merangkai aksara menjadi kata agar lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rinduku Terangkum dalam Bias yang Kian Bisu

23 November 2022   10:22 Diperbarui: 23 November 2022   10:32 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku terpuruk dalam luka yang kian ketara

Menawarkan sepercik pilu yang semakin menyesakkan dada

Debaran-debaran rindu yang menggeliat manja

Mengurai sendu yang tercipta diantara selasar hati yang terluka


Apalagi yang bisa aku katakan

Betapa lelah dan jengahnya ragaku saat engkau tinggalkan

Ketika kelopak hatiku kian tenggelam tanpa secerca kerinduan

Berharap menghapus bayangmu dan membuatnya menghilang


Menyusut aku tersuruk di sudut ruang rindu

Ketika adaku hanya menghadirkan semburat kelabu

Dan dipersimpangan jalan yang berbatu ini engkaupun pergi dan berlalu

Meninggalkanku dalam kungkungan rindu yang kian cemburu


Haruskah aku katakana hati-hati kepadamu

Sedangkan aku sendiripun sudah kehilangan hati

Hanya mampu meringkas kenangan yang pernah terpatri

Merangkainya menjadi kisah yang harus aku mengerti

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun