Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

build your world by writing, then you will find miracles

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lukisan Sendu

14 Februari 2022   22:49 Diperbarui: 14 Februari 2022   22:57 338
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Rintik gerimis yang masih menghiasi bumi

Perlahan namun pasti mulai menghapus gambaran tentangmu

Wanginya tanah yang basah tersirami 

Menghadirkan semburat rindu yang perlahan seakan mulai memudar ditelan sang waktu

 

Aku masih disini terpaku

Terdiam sepi diantara memori kisah yang pernah hadir dalam bias rasaku

Memandang sendu wajahmu diantara tetesan air dari balik jendela yang membisu

Semburat pilu bayangan wajahmupun perlahan mulai menari dan memenuhi anganku

 

Maafkan diriku

Satu kata yang hanya mampu terucap lirih dari bibirku

Ketika bayangmu perlahan memudar seiring berlalunya sang bayu

Mengiringi wangi aromamu yang pernah terukir disudut hati yang terkatup dan membisu

 

Sihir rindumu perlahan mulai berlalu

Meninggalkan jejak asa di Lorong hati yang terluka dan membiru

Menghadirkan lukisan sendu yang terpatri sempurna di ruang hati yang beku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun