Mohon tunggu...
Sam Nugroho
Sam Nugroho Mohon Tunggu... Notulis, typist, penulis konten, blogger

Simple Life Simple Problem

Selanjutnya

Tutup

Politik

Merayakan Hari Jadi Republik Azerbaijan ke 100

8 Mei 2018   23:55 Diperbarui: 9 Mei 2018   00:10 0 0 0 Mohon Tunggu...
Merayakan Hari Jadi Republik Azerbaijan ke 100
Ilustrasi Baku, ibukota Azerbaijan dalam bongkahan es (dokpri)

Suara petikan tar dan naghara yang ditabuh bak iringan musik gambus sayup-sayup terdengar dari sudut panggung menyapa para tamu yang didominasi oleh para ekspatriat dan pejabat di lingkungan Kemenlu malam itu. Lantunan instrumen musik tradisional tersebut menyihir para hadirin yang datang dengan berimajinasi seakan sedang berada di gurun pasir Timur Tengah.

Tak terasa sudah 100 tahun lamanya sebuah negara Republik yang terletak di antara benua Asia dan Eropa ini merdeka, banyak pencapaian yang dilakukan olehnya. Sebagai negara yang melindungi hak asasi manusia dan mendukung perdamaian dunia, pihaknya merasa perlu untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan negara lain baik bilateral maupun multilateral. Untuk itulah diutus konsulat kantor perwakilan di beberapa negara termasuk Indonesia.

Seolah tak ingin melupakan sejarah, setiap tahunnya di bulan Mei Azerbaijan merayakan hari diproklamirkannya negara bangsa Azeri sebagai negara Republik yang bernafaskan demokrasi tersebut. Perjuangan dalam merebut kembali keutuhan Azerbaijan menjadi negara yang merdeka bebas aktif merupakan tonggak dan bukti nyata yang ditunjukkan kepada dunia internasional. Hal ini terlihat dari kemajuan pembangunan di setiap lini sektor hingga kini. Tongkat perjuangan terus dilanjutkan secara estafet kepada anak cucunya nanti.

Tak hanya beberapa negara lain termasuk di negaranya sendiri, perayaan juga terasa di negara kita sendiri Indonesia tercinta. Bertepatan pada HUT Republik Azerbaijan turut mengundang media dan beberapa rekan blogger. Bertempat di Bali Room, Hotel Kempinsky kawasan Bundaran HI Jakpus pada Rabu (2/5) merupakan saksi ditandainya hajatan besar hari jadi negara yang telah berdaulat selama seabad tersebut.

Ki-ka: Blogger Tengah: Perempuan dengan kostum asli tradisional Azerbaijan
Ki-ka: Blogger Tengah: Perempuan dengan kostum asli tradisional Azerbaijan
Para tamu VIP dan VVIP nampak menyatu dan saling berbaur satu sama lain dengan peserta undangan lain. Tegur sapa antar negara dimanfaatkan oleh mereka untuk berjejaring (networking session). Acara tersebut dihadiri oleh H.E Ambassador Azerbaijan untuk Indonesia Mr. Tamerlan Garayev dan turut mengundang instansi pemerintah yaitu MenpanRB Asman Abnur dan Ketua DPD Oesman Sapta Odong serta publik figur seperti Ustadz kondang Yusuf Mansyur dan desainer ternama Poppy Dharsono dari perwakilan Republik Indonesia.

Tepat pukul tujuh malam acara dimulai, para hadirin diminta berkumpul ke ruang tengah yang telah disediakan. Seperti acara kenegaraan pada umumnya terlebih dahulu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan (Nationality Anthem) Indonesia Raya secara khidmat disusul dengan lagu kebangsaan Azerbaijan. 

Setelah itu dilanjutkan kata sambutan dari pihak panitia penyelenggara acara dan pidato kehormatan Duta Besar Mr. Tamarlen Garayev, sambutan dari Kemenpan RB serta ditutup oleh pemotongan kue secara seremonial dan makan bersama. Pada kesempatan tersebut sekaligus mengenang jasa negarawan dan Bapak Pembangunan Nasional Azerbaijan yang telah mengubah Azerbaijan semakin maju dan moderen yaitu Mr. Heydar Aliyev yang ke 95 tahun.

Relationship between Indonesia and Azerbaijan

MenpanRB Asman Abnur saat memberi sambutan (dok. Detik.com)
MenpanRB Asman Abnur saat memberi sambutan (dok. Detik.com)
Jika kembali ke belakang hubungan bilateral antara Indonesia dengan Azerbaijan dimulai pada 28 Desember 1991 ketika Indonesia mengakui kemerdekaan Republik Azerbaijan. Kerja sama diplomatik kedua negara secara resmi dikukuhkan pada 24 September 1992. Dan saat ini tak terasa sudah 25 tahun terjalin hubungan diplomatik kedua negara. Hubungan kedua negara berkembang dengan cepat dan dinamis.
Terlebih lagi konsep hubungan politik tingkat tinggi keduanya sepaham berdasar pada prinsip persahabatan, kerja sama dan nilai-nilai kooperatif.

Dari segi ekonomi perdagangan bilateral kedua negara tercatat meraih rekor kedua terbesar antara Indonesia dengan negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States). Hingga kurun 5 tahun terakhir jumlah perdagangan mencapai 7 milyar dollar Amerika. Dan pihaknya berjanji akan terus mengdiversifikasikan kerja sama bilateral khususnya sektor non komersial terutama jasa pelayanan publik.

Pengalaman Azerbaijan dalam mengelola sistem Layanan ASAN (Azerbaijan Service and Assesment Network) di negaranya patut ditiru oleh Indonesia. Seperti dikutip pada pidato sambutan yang disampaikan oleh Menpan RB yang mewakili pemerintah Indonesia. Sementara itu, tahun 2017 lalu telah ditandatangani MoU tentang Kerjasama Penyediaan Pelayanan Publik Tingkat Lanjut antara Indonesia dan Azerbaijan. Pihaknya berharap MoU ini dapat dilaksanakan sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kedua bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN