Mohon tunggu...
Nugroho Endepe
Nugroho Endepe Mohon Tunggu... Edukasi literasi tanpa henti. Semoga Allah meridhoi. Bacalah. Tulislah.

Katakanlah “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?” (67:30)

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Intinya adalah Tanggung Jawab Vs Tanggung Gugat

28 April 2021   20:53 Diperbarui: 29 April 2021   09:22 153 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Intinya adalah Tanggung Jawab Vs Tanggung Gugat
ojk.go.id

Menegakkan keadilan di muka bumi adalah tanggung jawab aparatur peradilan baik polisi jaksa pengacara hakim dan semua aparatur  yang terlibat di dalamnya. Begitu besar tanggung jawab mereka sehingga ada yang mengibaratkan bahwa kaki aparatur peradilan di sisi satu ada di surga di sisi lain ada di neraka. Karena jika adil maka itulah perwujuddan perwakilan Tuhan di muka bumi untuk menegakkan keadilan. Namun jika tidak adil maka ibarat menebarkan aura panas neraka yang membuat manusia semakin menderita. 

Dalam hal ini ada pernyataan menarik dari Dr  Tanudjaja SH, CN, MH,   MKn.,  dosen magister hukum Universitas Narotama Surabaya (28/4/2021) terkait dengan permasalahan hukum atau pun bisnis di negara kita.  Di balik silang senkarut upaya bersama menegakkan keadilan, sejatinya hanya ada 2 kunci utama solusi hukum di negara kita. 

Bahwa penyeleseian hukum atau sengketa bisnis adalah tanggung jawab dan tanggung gugat. Tanggung jawab terkait dengan pemberlakuan dan penerapan UU Hukum Pidana, sedangkan tanggung gugat berkaitan dengan UU Hukum Perdata

Sebagaimana ilustrasi diberikan sebagai berikut: Ada orang melakukan penganiayaan terhadap orang, sehingga orang yang dianiaya mengalami cacat permanen dan menghilangkan peluang mencari penghasilan secara layak.

Maka ada 2 unsur yang krusial dalam kasus ini; Tanggung jawab pidana berkaitan dengan aksi penganiayaan, sesuai dengan pelanggaran atas tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam KUH Pidana.

Jika ada seseorang, sebagai ilustrasi,  yang mengalami pemukulan dengan luka memar biru akibat pemukulan, maka perbuatan pemukulan itu tergolong sebagai penganiayaan. 

Tindak pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ("KUHP"):

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN