Mohon tunggu...
Nugroho Endepe
Nugroho Endepe Mohon Tunggu... Iqra.... قْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 اقْرَ Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

“Reading maketh a full man; and writing an exact man. And, therefore, if a man write little, he need have a present wit; and if he read little, he need have much cunning to seem to know which he doth not.” ― Francis Bacon

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Puasa dan Depresi

11 Mei 2019   10:58 Diperbarui: 11 Mei 2019   11:29 0 2 1 Mohon Tunggu...
Puasa dan Depresi
musim dingin, akan berlalu, tidak lagi beku (dokpri)

Depresi adalah gejala umum psikologis ketika orang merasa tidak berdaya, putus asa, hilang pengharapan, hilang kepercayaan kepada orang lain, bahkan tidak lagi mau mendengar hati nurani. Suara orang luar, ibarat bunyi gemuruh yang semakin memojokkan penderita depresi. Walhasil, depresi memacu stress, semakin tertekan, dan seakan tidak ada jalan keluar.

Rasa sedih yang menggigit, juga bagian dari depresi. 

secara definifit, depresi adalah : 

"Depression (major depressive disorder) is a common and serious medical illness that negatively affects how you feel, the way you think and how you act. Fortunately, it is also treatable. Depression causes feelings of sadness and/or a loss of interest in activities once enjoyed"

sumber : https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression 

Merasa lelah berlebih, juga bagian dari ciri depresi. 

Depresi, bisa jadi dipicu pencapaian prestasi yang gagal. Atau tertunda. Atau keinginan tinggi, tidak sebanding dengan upaya atau kuasa yang dipunya.

Banyak orang menderita depresi dewasa ini. Sebagian memilih untuk mengakhiri dengan tragis; suicide.

Bisa juga adanya penyakit fisik. Gangguan tiroid, kurang vitamin, ternyata juga memicu depresi. 

Demikian halnya faktor psikis. 

Ketika artis mencapai popularitas, maka melayang layang konsep dirinya di atas awan. Bertaburan dengan fasilitas, menambah percaya diri sekaligus unjuk diri. 

Namun, roda berputar. Kejayaan sirna, keuangan musnah. Lantas, apa yang dirasakan? Depresi.

Menghadapi ini, bisa potensi depresi; skripsi gak segera selesei, perjodohan tidak segera berjumpa, target keuangan meleset, penghargaan tidak ada, penghinaan bertaburan penistaan dan penghilangan peran sosial, hutang tidak terlunasi, tidak mampu lagi bersuara atau beropini, karena yakin, meski ini bisa keliru, bahwa orang lain dan diri sendiri, benar-benar buntu solusi.

Selalu ingin menangis. Atau bahkan ingin tidur. Atau justru tidak bisa tidur.

Apakah puasa menjadi salah satu solusi?

Puasa, jika dikerjakan dengan hati, adalah pengharapan besar terhadap karunia Allah. Puasa, menunggu waktu berbuka yang menggembirakan.

Puasa, menjadi hati tenang karena memiliki pengharapan; waktu berbuka, dan berharap pahala yang telah ditetapkan.

Puasa, adalah keyakinan gaib bahwa ibadah rahasia ini, ada yang Maha Mengetahui, semata karena takwa kepada Nya.

Puasa, yang sebenar-benar puasa, adalah keadaan pasrah diri untuk menghadapi kuasa Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2