Mohon tunggu...
Dr. Nugroho SBM  MSi
Dr. Nugroho SBM MSi Mohon Tunggu... Dosen - Saya suka menulis apa saja

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kisah Burung Kontes

24 Februari 2021   11:11 Diperbarui: 24 Februari 2021   11:22 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku adalah seorang burung untuk kontes.

Oleh pemilikku, aku dimanja. Dimandikan. Diberi makan enak.

Tugasku hanya bernyanyi semerdu mungkin supaya aku menang kontes. Bila aku menang, majikanku senang karena dapat uang jutaan. Aku juga ditawar dengan harga puluhan juta.

Tapi kadang siapa yang menang tergantung pada bohir yang mengatur pertandingan. Kadang juri juga bisa disodori uang.

Nasib malang akan terbentang jika aku tak menang. Aku akan dibuang dan diperdagangkan bagai barang rongsokan. Murah sekali harganya.

Tapi apalah aku, aku hanya burung yang tak punya kuasa. Tuankulah penguasanya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun