Mohon tunggu...
Muhammad IqbalNugraha
Muhammad IqbalNugraha Mohon Tunggu... Freelancer - Iqbal

Pegiat sepak bola

Selanjutnya

Tutup

Bola

PSSI Tersudutkan, Lalu Apa?

7 Desember 2018   20:13 Diperbarui: 7 Desember 2018   21:08 434
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Terlebih lagi sudah dipastikan salah satu Exco PSSI, Hidayat, juga terlibat dalam percobaan praktik match fixing antara PSS Sleman vs Madura FC.  Tentunya kita semua berharap, melalui Hidayat PSSI bisa memulai memetakan dan menindaklanjuti para aktor pengaturan skor di tanah air, tidak berhenti dan menunggu laporan berikutnya.  Setidaknya dimulai dengan 'membersihkan' para pengurus PSSI sendiri. 

Selain itu, ada baiknya PSSI bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menginvestigasi dan menuntaskan mafia-mafia sepak bola ini.  Menurut Gatot S Dewa Broto, Sesmenpora, UU No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap bisa dijadikan landasan untuk memproses para pelaku pengaturan skor ini.

Tak hanya PSSI, tentunya kita harapkan para pelaku sepak bola, seperti para pemain, jajaran staf, manejemen klub, wasit dan panitia penyelenggara, harus berani menolak tawaran uang panas dari para tikus sepak bola ini.  Apalagi memang yang menjadi incaran para bandar adalah klub-klub yang 'tidak sehat' keadaan ekonominya.

PSSI mungkin salah mendiami para pelaku bahkan menjadi pelaku match fixing ini, mungkin manajemen dan petinggi klub juga salah ketika tak membayar gaji para pemain sebagaimana mestinya, mungkin pemain atau perangkat pertandingan lain pun salah ketika mereka dengan senang hati menerima tawaran sejumlah uang.  

Hanya menyalahkan PSSI atas tindak pengaturan skor di sepak bola negeri ini saya rasa tidak adil.  Hal itu ibarat mengatakan seorang guru tidak bekerja dengan baik karena muridnya mencontek.  Tak hanya PSSI, semuanya harus berbenah dan bersinergi, dimulai dari diri sendiri untuk mengenali, menolak, dan melaporkan, demi sepak bola Indonesia yang bersih dan lebih baik.

Muhammad Iqbal Nugraha

7 Desember 2018

*Penggemar sepak bola yang masih percaya akan kesuksesan sepak bola Indonesia*

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun