Mohon tunggu...
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi Mohon Tunggu... Seniman - Avonturir

Gelandangan virtual

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Miss You] Kaleidoskop Pikiran En

30 Oktober 2018   15:21 Diperbarui: 30 Oktober 2018   17:11 564
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Larisa terdiam, hatinya dikerubuti keraguan.

"Cepat kemari, lihatlah rumah yang kelak akan menjadi lokasi karantina mereka."

Nebula menyalakan komputer. Belum sempat ia berkata apa-apa, segalanya menjadi hitam.

Dari segala penjuru, terdengar nyaring jeritan perempuan. Bukan hanya satu-dua orang. Lima? Tujuh? Sepuluh?

Waktu berlompatan. Nebula menggeram, menatap rekaman CCTV. Terlihat Larisa terkulai lemas di hadapan Daisy yang telah menemukan ruang rahasia di rumah karantina itu.

Rencana mereka runtuh bagai gelembung yang rapuh. Kondisi terburuk terjadi, nasib Bulan Sabit Perak tengah dipertaruhkan. Mereka harus segera menyiapkan siasat untuk merapikan kembali kekacauan yang ditimbulkan Larisa.

Nebula meraih telepon, "Aquila, Larisa dalam bahaya. Daisy menggunakan mesin kita untuk mencuci otaknya. Aku harus turun tangan."

Nebula terentak. Dimensi ruang dan waktu mengalami dilatasi. Tubuh mungilnya tersedot memasuki lorong gelap dengan kecepatan tinggi. Lama, tanpa kepastian.

Selepas cahaya menyambut, mata Nebula terbelalak. Napasnya memburu, dengan dada kembang kempis.

Linangan air mata membanjiri bajunya, yang telah berganti dengan terusan khas bohemian.

"En, apa yang terjadi? Bagaimana caramu kembali ke sini?" Suara laki-laki menarik kesadarannya. Geni.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun