Mohon tunggu...
Rita Kurniawati
Rita Kurniawati Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Jadikan ikhtiar dan tawakal sebagai katalis untuk mempercepat laju kesuksesan kita

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Generasi Hebat adalah Generasi Life Skill Bukan Life Style

3 Mei 2020   14:57 Diperbarui: 3 Mei 2020   15:00 999
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: kuliahbahasainggris.com

Pendidikan merupakan salah satu akar perkembangan bangsa bahkan dunia. Lalu pendidikan yang bagaimana yang mampu membentuk generasi hebat untuk perkembangan bangsa dan dunia?. Tentunya hal ini menjadi PR bagi kita sebagai tenaga  pendidik yang mendidik siswanya secara formal, dan orang tua sebagai pendidik sekaligus pembimbing secara informal.

Pendidikan tak hanya berlangsung secara formal di Sekolah, Madrasah, dan Instansi lainnya. Tetapi pendidikan dapat berlangsung di lingkungan keluarga dan lingkungan sosial, bahkan pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri ( self - instruction ). Disinilah peran penting orang tua sebagai pendidik secara informal. bahkan pembentukan karakter anak akan lebih besar pengaruhnya dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. 

Sebagai salah satu contoh, bagaimana kita bisa menanamkan pembiasaan pada anak, dalam hal ini lebih tepatnya kita sebagai orang tua tak cukup hanya dengan " menyuruh " tetapi harus "mengajak ". Karena dengan mengajak cenderung akan lebih diikuti sementara kalau hanya menyuruh kemungkinan hanya akan di dengarkan saja. 

Di era sekarang ini dengan instrumen teknologi yang semakin pesat, seharusnya bisa menjadi fasilitas yang baik dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak , guna melahirkan generasi - generasi intelektual yang memiliki Life Skill ( keterampilan / kecakapan hidup ). Karena generasi yang genius tak bisa dinilai hanya mengandalkan kemampuan otak, akan tetapi generasi yang mau dan mampu mengamalkan kompetensi yang dimilikinya. 

Kreatif berkarya menggali potensi yang ada kemudian dapat diolah sehingga menghasilkan hasil yang mewah dan berdaya guna untuk kepentingan orang banyak. Tak hanya itu  generasi genius harus disertai religius. Menurut KH. Adrian Mafatihallah Karim MA, dalam bukunya " Lepas dari lapas hidup "   bahwa : " Generasi genius dan religius adalah generasi yang luas ilmunya, sehat jasmaninya dan indah akhlaknya."  

Namun demikian, tak sedikit generasi anak zaman " now" yang lebih senang bergaya, berbicara gegabah, selebor dalam penampilan, senang ber- euforia, padahal diluar perilaku apa yang dilakukannya sangat berbahaya pada sendi - sendi kehidupan yang berpengaruh pada berkembangan bangsa dan dunia. Dengan produk teknologi dan informasi yang semakin pesat. tak sedikit yang hanya menjadi " tontonan " bukan " tuntunan ".

Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting sebagai pendidik dan pembimbing putra putrinya, karena anak - anak kita adalah aset berharga bagi perkembangan bangsa dan dunia, bahkan di yaumul akhir merekalah yang akan menghantarkan orang tuanya ke syurgaNya. Sebagaimana Rasullah SAW bersabda : " Apabila anak adam meninggal dunia, maka pahalanya terputus, kecuali 3 perkara : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya. " ( H.R Muslim )    

Itulah salah satu alasan betapa pentingnya pendidikan. Pendidikan tak cukup hanya memiliki pengetahuan, melainkan harus diimbangi dengan skill dan akhlakul karimah. 

Memang bukan hal yang mudah  menjadi pendidik untuk buah hati kita sendiri, terlebih pada usia yang mulai remaja, dimana mereka berada pada kondisi jiwa abu - abu, labil, bahkan cenderung melawan sesuatu yang tabu,  inilah yang disebut masa " golden age " yaitu masa pancaroba atau pubertas yang dianggap sebagai masa kritis. Oleh karenanya pada masa seperti ini pendidikan life skill sangan penting diharapkan. 

Life skill atau keterampilan hidup dapat diartikan sebagai kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problematika kehidpan secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Penerapan life skill ini sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problem hidup dan kehidupan, baik kehidupan pribadi, masyarakat, maupun sebagai warga negara, dengan hasil yang dapat mencapai tujuan hidupnya. 

Pada situasi WFH ini, sebagai orang tua di rumah kita bisa menerapkan contoh life skill dari hal yang terkecil dalam kegiatan sehari - hari atau yang disebut " Daily Living Skill" antara lain meliputi : pengelolaan rumah pribadi, pengelolaan waktu luang, kesadaran akan pentingnya kesehatan, kesadaran akan lingkungan, dan masih banyak lainnya.  Menurut WHO, Life skill ( kecakapan hidup ) terdiri dari : kecakapan pribadi ( personal skill ), kecakapan sosial ( social skill ), kecakapan berfikir ( thinking skill ), kecakapan akademik ( academic skill ),dan kecakapan kejujuran (vocational skill)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun