Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

[Serial Gendhuk Limbuk] Pohon Dikenali dari Buahnya dan Penjenamaan Diri

14 Juni 2021   06:30 Diperbarui: 14 Juni 2021   10:25 390
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pohon dikenali dari buahnya (sumber: balitjestro.litbang.pertanian.go.id)

Unsur pembentuk penjenamaan diri berikutnya adalah sikap/attidude. Sikap menjadi penguat kompetensi dalam personal branding. Kompetensi berkolaborasi dengan sikap. Nilai tambah yang sangat menjual.

Senang sekali belajar puisi dengan Bu Guru Ari. Beliau sungguh kompeten, menguasai puisi dari hati. Eh, beliau juga sangat ramah dan sabar loh.

Sebagai abdi yang rewang alias membantu di kaputren, Limbuk dibekali sikap mengabdi. Kemampuan mendengar tanpa mengadili, melihat dengan cermat dan memberi masukan pada waktu yang tepat. Namun dasar Limbuk suka melupakan pendidikan sikap yang dibekalkan oleh gurunya.

Mari tengok:  Belajar Kearifan Lokal dari Gendhuk Limbuk

4. Proses panjang

Siapapun menyadari bahwa membangun penjenamaan diri bukan proses yang instan. Lahir dari proses panjang untuk menghasilkan buah karya yang bermakna. Pengakuan atas kompetensi dibarengi dengan atribut sikap.

Peribahasa pohon dikenali dari buahnya dengan konteks jeruk menjadi penegas. Butuh waktu yang sangat panjang dari sebutir biji ataupun sebatang bibit muda untuk menghasilkan buah jeruk. Apalagi jeruk dengan atribut yang disukai dan bermanfaat.

Kembali mengambil contoh Limbuk. Mendayagunakan fitur pencarian artikel dengan kata kunci Limbuk, muncul 14 artikel dengan judul mengandung kata Limbuk. Mari simak pilahan berdasarkan penulisnya.

Artikel yang mengandung kata Limbuk pada judulnya ditulis oleh 10 orang. Delapan (8) penulis masing-masing menulis 1 artikel, mbak Indria Salim menulis 2 artikel. Nah sisanya 4 artikel alias 28,5% adalah coretan simbok kebun. [Ini mah karena mbak Indria memberi ruang Limbuk kepada simbok]

Perlu sekian warsa si Limbuk muncul dan bertahan dalam judul artikel yang ikut meramaikan jagad Kompasiana. Menjadi bagian dari cagar aksara bukti proses panjang pembelajaran.

Mari tengok: Gendhuk Limbuk dan Ibu Siem Tjiang Nio di Cagar Budaya "House of Sampoerna"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun