Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Catatan Harian, Melongok Cagar Budaya Pegadaian Tempel, Yogyakarta

20 Januari 2021   19:57 Diperbarui: 23 Januari 2021   07:09 1727
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cagar Budaya Pegadaian Tempel (Dokumen Pribadi)

Monumen deretan loket gadai di kantor utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Monumen deretan loket gadai di kantor utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Menyitir pengertian usaha gadai sebagai kegiatan menjaminkan barang berharga kepada pihak tertentu. Penggadai mendapat sejumlah pinjaman, jaminan atau agunan akan ditebus kembali dengan perjanjian antara penggadai dengan lembaga gadai.

Lubang loket nan mungil guna transaksi pinjaman dan barang gadai berharga berukuran mungil. Pada umumnya zaman lalu adalah perhiasan, logam mulian, kain batik berharga juga kadang tosan aji atau senjata berharga semisal keris.

Tentunya kehadiran juru taksir nilai agunan sangat vital. Masih ingat dulu ada tetangga yang berprofesi sebagai juru taksir. Masyarakat sekitar sering mohon bantuan beliau untuk nilai taksir barang berharga.

Nah untuk barang gadai yang berukuran besar tentunya membutuhkan pintu untuk lalu lintasnya. Saat itu sepeda onthel juga barang berharga dan memiliki nilai jaminan hutang. Dari lubang loket, kita masih dapat melongok ruang penyimpanan barang gadai.

Ruang penyimpanan di bangunan utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Ruang penyimpanan di bangunan utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Komplek Kantor Pegadaian Tempel, Jl. Magelang, Tempel ini menjadi Cagar Budaya melalui penetapan SK Gub. No. 185/Kep/ 2011. 

Tentunya memiliki dasar historis sebagai pewarisan nilai budaya yang sangat berharga. Perjalanan Bangsa yang menghargai nilai luhur pendahulu menjadi penyemangat juang di masa kini dan masa depan.

Kantor Pegadaian Tempel, memenuhi kaidah penetapan sebagai situs cagar budaya. Bangunan yang mewakili masa gaya setidaknya berusia 50 tahun. 

Mempunyai peran penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Kemegahan bangunan utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Kemegahan bangunan utama Cagar Budaya Pegadaian Tempel (dokpri)
Cagar Budaya Pegadaian Tempel ini secara selintas tidak mencolok sehingga terlewat dari perhatian pelintas. Letak yang strategis belum menjamin masyarakat meliriknya. 

Pernah ada gagasan membangun taman di depan bangunan utama di sisi Utara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Tentunya bukan hanya menata taman namun dilanjutkan dengan pemeliharaan keberlangsungannya.

Kawasan Cagar Budaya Pegadaian Tempel sisi Utara andai dipercantik dengan taman (dok pri)
Kawasan Cagar Budaya Pegadaian Tempel sisi Utara andai dipercantik dengan taman (dok pri)
Sekilas Kantor Pegadaian Tempel

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun