Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Pembelajar alam

Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Seni Menyiangi Koleksi Buku Pribadi

20 Oktober 2020   07:43 Diperbarui: 21 Oktober 2020   21:05 361 62 31 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seni Menyiangi Koleksi Buku Pribadi
Ilustrasi menyiangi buku (sumber: libraryjournal.com)

Setiap pribadi yang suka menulis dan membaca pasti memiliki koleksi buku. Begitu bergairah saat mendapatkan buku entah melalui membeli ataupun mendapatkan hibah apalagi hadiah. Kadang bukan buku asli namun ada kala cukup puas dengan foto copy.

Koleksi bacaan

Koleksi fisik zaman belum musim e-book. Gemerisik lembaran buka dibuka bak simfoni merdu di telinga. Tangan terentang saat membuka lembar koran, ibarat membuka daun jendela intip dunia. Kres... plek, paduan gunting dan lem untuk kliping berita, model awal dari salin tempel kekinian.

Rak buku fisik sungguhan sebelum e-cabinet. Variasi rupa dari kardus, rak terbuka dari papan bekas peti kemas. Hingga almari buku berkaca penahan debu.

Perpustakaan pribadi seberapapun ukurannya sebelum e-library. Sederetan buku di atas meja. Setumpuk kardus buku di pojok ruang. Buku yang tersebar di aneka ruang. Beberapa menyediakan ruang khusus koleksi buku, entah pojok baca hingga perpustakaan apik.

Ada kalanya koleksi menyesaki kamar kos atau rumah. Pilihannya setop beli buku, atau nambah wadah yang berarti ruang. Atau merelakan mengurangi buku koleksi lama. Alamak semuanya tak disuka.

Belum lagi bila rayap juga menyambangi. Merambat melalui dasar kardus, tedas melapukkan rak dan almari kayu. Merepih lembaran buku menghadirkan rasa sedih.

Ada istilah menyiangi atau weeding di perpustakaan sungguhan apapun jenjang akreditasinya. Nah kalau yang ini tentu ada aturannya. Ada landasan yang perlu dipertimbangkan, tata laksana sesuai prosedur.

Meminjam istilah kebun. Menyiangi untuk mengurangi persaingan ruang, cahaya dan asupan hara antara tanaman utama dan non utama. Ada yang harus dicabut dari bedengan kebun atau dibenamkan merawat kesuburan. 

Umumnya terkait kemutakhiran koleksi, ketersediaan ruang dan analisis biaya perawatan. Jumlah dan macam koleksi, analisis kebutuhan pengunjung. Pendek kata sejumlah pertimbangan holistik untuk melakukan penyiangan buku koleksi.

Lah koleksi buku pribadi perlukah dilakukan penyiangan? Tidak masalah bila ruang dan wadah tidak jadi kendala. Siapa tahu menjadi koleksi keluarga. Anak cucu dapat menikmati koleksi buku pribadi leluhurnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x