Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Cantigi Cantik Vegetasi Endemik di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu

5 Mei 2019   17:11 Diperbarui: 5 Mei 2019   19:35 390
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Manarasa alias cantigi di area vegetasi endemik (dok pri)

Bersenang-senang sambil belajar, sesanti yang disukai banyak orang. Mari blusukan di area Taman Wisata Alam (TWA) Gn. Tangkuban Perahu. Alamak.. kabutnya pekat sekali, areal kawah Ratu yang biasanya ayu kini tak terlihat. Dengan jarak pandang terbatas yang terlihat hanya pohon manarasa si cantigi gunung. Mari menyoal Cantigi Cantik Vegetasi Endemik Kawah Ratu TWA Tangkuban Perahu.

Cagar Alam dan TWA Gn Tangkuban Perahu
Kala berbicara tentang Gn. Tangkuban Perahu, apa yang terlintas di benak kita? Yup benar sekali, gunung dengan tampilan seperti perahu yang menangkub atau terbalik. Erat berkaitan dengan cerita rakyat legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Mengulik sisi berbeda, yaitu cagar alam Tangkuban Perahu. Cagar alam merujuk pada suatu kawasan suaka alam yang memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya. Mengacu ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Nah, cagar alam (CA) Gn Tangkuban Perahu salah satu dari 27 cagar alam yang ditetapkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) di prop. Jawa Barat.

Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 528/Kpts/Um/9/74 tanggal 3-9-1974.  Luas kawasan 1.660 Ha, yang dibagi ke dalam dua bagian yaitu : CA seluas 1.290Ha dan TWA seluas 370 Ha. Berada di wilayah Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang dan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung.

TWA Gn. Tangkuban Perahu (dok pri)
TWA Gn. Tangkuban Perahu (dok pri)
Berkunjung ke taman wisata alam (TWA) memiliki kaidah yang khas. Tetap menganut aturan cagar alam yang mengedepankan pelestarian ekosistem selama pengunjung menikmati keelokan alam. Termasuk pengunjung TWA Gn. Tangkuban Perahu yang berada di kawasan CA ini.

Selalu terbersit rasa gemas. Betapa rindu, begitu pengunjung memasuki areal TWA Gn. Tangkuban Perahu segera diajak memasuki ruang theater. Disuguhkan film dokumenter edukasi tentang cagar alam, taman wisata alam, aspek geologi pembentukan, kaitan dengan sosial budaya sejarah termasuk legenda dan peradaban.

Kekayaan ekosistem yang bisa punah tanpa pemeliharaan bersama. Setiap pengunjung dibekali dengan rasa memiliki, rasa cinta bangga akan TWA yang dikunjungi. Alam yang harus diwariskan kepada generasi penerus. Ah sebuah angan yang semoga diwujudkan oleh para pemangku kepentingan dengan dukungan banyak pihak.

Trio kawah di kawasan Tangkuban Perahu
Sebagai hasil erupsi, terdapat tiga kawah di kawasan Gn. Tangkuban Perahu. Dari gerbang masuk taman wisata, pertama akan dijumpai kawah Domas. Berada di sebelah kanan jalur jalan utama, pengunjung dapat mengunjunginya dengan hiking. Konon pengunjung dapat mandi atau bermasker lumpur belerang.

Kawah Ratu TWA Gn. Tangkuban Perahu (dok pri)
Kawah Ratu TWA Gn. Tangkuban Perahu (dok pri)
Nah kawah terbesar yang menjadi tujuan utama wisata adalah kawah Ratu. Pengunjung dapat menikmati panorama seputar kawah. Untuk menunjang keamanan dibuat pagar seputar bibir kawah dengan banyak papan peringatan agar pengunjung tak melampaui batas. Kawah ini menghembuskan uap belerang dengan kadar bervariasi menurut waktu. Mari silakan kenakan masker penutup hidung untuk kenyamanan.

Kawah terkecil berada di sebelah atas kawah Ratu dan jalurnya ditutup demi keamanan pengunjung. Sebutan Kawah upas, menunjukkan daya upas atau bisa alias racun yang dapat mematikan. Mari setiap pengunjung mematuhi aturan yang berlaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun