Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Senyum Tersungging di Geosite Tongging, Geopark Kaldera Toba

13 April 2019   22:09 Diperbarui: 14 April 2019   03:50 714
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Geosite Tongging, Geopark Kaldera Toba (dok pri)

Melongok ke kanan terlihat air terjun Sipiso-piso, di hadapan terbentang birunya danau Toba. Balik punggung menatap gagahnya kerucut gunung. Daya pikat utama adalah keberadaan air terjun Sipiso-piso dan Gunung eh Bukit Sipiso-piso.

Bentang alam Tongging dengan dinding kalderanya (sumber:gpswisataindonesia)
Bentang alam Tongging dengan dinding kalderanya (sumber:gpswisataindonesia)
Air Terjun Sipiso-piso
Air terjun berketinggian sekitar 120 meter ini menjadi air terjun tertinggi di Sumatera Utara. Terkenal menjadi obyek wisata di Kabupaten Karo. Bila pengunjung ingin merasakan langsung sejuknya air terjun, tersedia tangga menurun yang tertata rapi.

Air terjun Sipiso-piso, kekayaan alam anugerah bagi bangsa (dok pri)
Air terjun Sipiso-piso, kekayaan alam anugerah bagi bangsa (dok pri)
Secara geologi, air terjun Sipiso-piso terbentuk akibat terjadinya runtuhan dinding kaldera hasil letusan tiga periode. Merupakan jejak sesar normal yang merupakan bagian dari runtuhan kaldera. Memotong Sungai Pajanabolon, sehingga menghasilkan air terjun tipe tegak.

Debit air yang cukup besar menjadikan aliran sepanjang waktu antar musim. yang merupakan salah satu sungai menyuplai air ke Danau Toba. Semoga ikut menjaga ketinggian muka air Toba yang ditengarai kian menyusut.

Morfologi dinding atau tebing danau berupa bongkah-bongkah raksasa dari batuan dasar yang berumur Mesozoikum-Paleozoikum. Tersingkap akibat runtuhan kaldera pasca erupsi. Kini menghasilkan panorama bentang alam ujung utara Danau Toba di kawasan Ds. Tongging yang apik.

Gunung Sipiso-piso 
Dari kejauhan Gunung Sipiso-piso berupa kerucut volkanik. Berada di wilayah kabupaten Simalungun merupakan hasil kegiatan volkanik. Gunung Sipiso-piso dikenal dengan Gunung Tandukbanua. Berupa leleran lava andesit, intrusi yang menembus batuan dasar yang terdiri dari endapan tuf yang lebih muda menghasilkan efek kontak bakar (backing effect) alias pemanggangan.

Gunung Sipiso-piso, mari memuliakan warisan bumi (dok pri)
Gunung Sipiso-piso, mari memuliakan warisan bumi (dok pri)
Gunung Sipiso-piso memiliki ketinggian sekitar 1.860 meter di atas permukaan air laut. Berada di arah Timur Laut air terjun Sipisopiso. Memiliki lereng yang subur dengan aneka vegetasi. Menjadi sebagian mata air yang mengalir ke air terjun yang juga dinamai air terjun Sipiso-piso.

Bentang alam gunung Sipiso-piso terlihat menjulang seolah bukit tunggal di bentang ketinggian mendatar. Apalagi saat kunjungan kami mendapat bonus pelangi membusur dari gunung Sipiso-piso ke arah danau Toba. Seolah mewarta, kami kesatuan gunung Sipiso-piso, air terjun dan kaldera Toba membuhul geosite (situs kebumian) Tongging Sipiso-piso bagian dari geopark kaldera Toba. Sungguh senyum tersungging di geosite Tongging.

Lesson Learned dari Proses Menuju UNESCO GGN
Berkaca pada 2019 New UNESCO Global Geopark Applications yang belum meloloskan GKT dalam rapat penetapan, mari saatnya berbenah lebih baik secara holistik. Berdasarkan kajian komponen geopark membuhul keutamaan Geology diversity, Biodiversity dan Culture diversity.

Aspek lingkungan mendapat porsi tinggi. Kajian dan analisis dari banyak kompasianer tentang pengurangan debit, indikasi pendangkalan dan restorasi kawasan hulu merupakan pekerjaan berat dan membutuhkan komitmen tinggi. Dinamika ketinggian muka air danau Toba mengait pada banyak aspek kehidupan.

Medan bisnis daily menuliskan dengan lugas, ternyata toilet penyebab Geopark Kaldera Toba (GKT) belum lolos GGN UNESCO (13 April 2019). Adalah toilet dan warung makanan dengan sajian penganan khas lokal yang belum disediakan di sekitar geosite yang jadi alasannya. Bukan hanya pernyataan tersurat namun juga tersirat, edukasi penyiapan masyarakat setempat dan perilaku pengunjung. Integrasi budaya lokal sebagai kekuatan geopark.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun