Mohon tunggu...
novy khayra
novy khayra Mohon Tunggu... Penulis - Aspire to inspire

Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom, M.A - Pegawai Negeri Sipil Jelata - Lulusan Master Universitas Gadjah Mada yang pakai beasiswa - Penulis Buku Pemula

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Merayakan Lebaran dalam Kondisi New Normal

20 Mei 2020   07:39 Diperbarui: 20 Mei 2020   07:33 119 1 0 Mohon Tunggu...

"Baju baru alhamdulillah..
Tuk dipakai dihari raya
Tak adapun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama"


Lirik lagu ini adalah lagu anak2 yang trending tahun 90 an dinyanyikan oleh Death Ananda. Sederhana, tapi mengajarkan paradigma relativisme dalam memaknai lebaran.

Lebaran kali ini seharusnya berbeda juga disesuaikan dengan konteks new normal. Salah satu bentuk menyambut new normal ini adalah tidak harus beli baju pas lebaran. Dengan kata lain tidak terlalu euforia dengan lebaran. Karena esensi yang terpenting bukan lebarannya, tapi ramadhan itu sendiri.

Rebutan beli baju pas lebaran itu warisan gaya hidup generasi baby boomer dimana tahun 60-70 an adalah masa susah. Orang2 pada zaman itu hanya bisa beli baju baru dan makan ayam pas lebaran doang ( karena dulu dua hal ini mahal banget) .

Sekarang, kita generasi milenial dan generasi Z kalau mau bisa makan ayam tiap hari, beberapa kalangan bisa beli baju kapan saja. Ngapain "se-grayak" itu masuk mall?
Konsekuensinya, kalau masih udik  ketika masuk mall, dijamin PSBB makin lama, makin menderita saudara2 kita yg kerja di sektor pariwisata. Kitapun juga menderita dengan kegabutan ini.

Mari (berusaha) bersikap biasa saja pas lebaran. Gotong royong tidak hanya saling membantu pangan tapi saling menjaga jarak. Kalau bisa pura-pura lupa dengan mantan, kenapa tidak bisa pura-pura tidak butuh baju lebaran? Hehe

 Untuk pengelola bisnis yang lain harap bisa mengambil pelajaran. Belajar dari MC Donald sarinah, batik air,  CBD Ciledug agar siap dulu dan mampu mendisiplinkan pengunjung. Kedepannya agar economy bisa jalan, namun penyakit tidak menyebar.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN