Mohon tunggu...
Susan
Susan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Belajar berekspresi lewat opini

Selamat datang dunia

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Isolasi Diri: Jebakan Berkedok Solusi

5 Oktober 2022   20:17 Diperbarui: 5 Oktober 2022   20:26 83 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Photo by Luis Dalvan from Pexels

Kesehatan mental menjadi salah satu persoalan yang mulai dilirik oleh warga Indonesia. Ramainya kabar bahwa Indonesia merupakan negara dengan penderita skizofrenia tertinggi di dunia, tidak menampik bahwa bisa saja orang-orang di sekitar kita juga menjadi salah satu dari sekian juta data penderita gangguan kesehatan mental. 

Penyebabnya pun beragam, bisa jadi rendahnya harga diri, pengalaman traumatis, faktor biologi, hingga masalah kompleks yang memicu depresi. Bagi penderita, banyak hal yang mereka kira sebuah solusi dari rumitnya pikiran dan keadaan. Salah satunya yaitu isolasi diri.

Bahaya Isolasi Diri

Isolasi diri a.k.a tindakan untuk menarik diri atau menjauh dari kehidupan sosial, merupakan salah satu tanda stres maupun depresi. 

Padahal menurut APA (American Physlogical Association), kurangnya interaksi meningkatkan resiko kesehatan setara dengan merokok 15 kali sehari atau kecanduan alkohol. Betapa parahnya efek isolasi diri. 

Isolasi Memperparah Depresi

Pilihan untuk mengisolasi dari dunia luar dengan harapan menenangkan pikiran dan emosi seringkali menciptakan kondisi berulang yang malah memperparah stres/depresi. 

Seseorang yang depresi cenderung mengisolasi diri, merasakan kehampaan dan kesendirian, hingga akhirnya semakin Ia merasa sendiri, semakin Ia merasa depresi.  

Ketika seseorang merasa untuk rehat dari kehidupan sosial, selama periode tertentu tidak berinteraksi, Ia mungkin mengira bahwa pikiran rumitnya bisa mereda. Berjibaku dengan kesenangan semu, padahal masih banyak kesenangan lain di luar sana. 

Saat pikirannya berkata,

Oke, sekarang saatnya aku keluar

Ia merasa percuma dan tak berdaya untuk kembali ke kehidupan normal, bisa jadi karena sulitnya membangun koneksi kembali. Akhirnya kembali untuk nyaman berada di kesendirian. 

Memutus Rantai Isolasi Diri

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk kembali ke kehidupan sosial yaitu dengan me-reach out orang-orang terdekat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan