Puisi Artikel Utama

Puisi | Jingga

10 Agustus 2018   03:37 Diperbarui: 10 Agustus 2018   17:58 839 7 0
Puisi | Jingga
poooeem.blogspot.com

Dia suka sekali semburat jingga.
Hingga ia enggan menutup tirai.
Memandang  menerobos orange cahayanya.
Mencari titik nyaman untuk diri mengurai.

Kini ia selalu bersama jingga-nya.
Bermanja-manja tiap senja di beranda.
Memadu doa menerbangkan asa.
Berharap keajaiban itu sampai ke naungannya.

Ia ingin si jingga menjadi takdir.
Saat kelak kelam melanda kiprahnya di dunia.
Ia ingin si jingga menjadi air.
Saat kehausan menjadikannya jelata.

Diabadikannya jingga sebagai isyarat.
Kelak sebagai sosok baru dalam tenun jiwanya.
Dijelmakan menawan sesuai kodrat.
Merajut kepingan rindu yang tertambat.

Hai jingganya...
Kapan engkau hadir ke-naungannya?
Ia telah menantikanmu tanpa celah.
Ia telah menunggumu tanpa lelah di tengah segala gundah.

Jingganya...
Hanya engkau yang dimintanya ditiap sujud.
Bagaikan permata dipanggilnya namamu.
Selalu dan selalu hanya engkau menjadi aduan.
Pada Tuhannya yang maha Wujud.

Datanglah jingga...
Jangan engkau berlama-lama membuatnya bersedih.
Cukup banyak ia menelan getir dunia.
Menjerit menantikan hadirmu penghapus perih.

Jingga...
Aku sebagai penyampai.
Engkau tahu keindahanmu telah lama dinantikan.
Jika engkau telah siap, ketuk pintu masuk peraduannya.  
Aku yakin, dengan ada-mu Ia akan bahagia. 

Tenggarong, 10 Agust 18