Hijau

Akankan Pendinginan Global Terjadi

8 Februari 2018   21:52 Diperbarui: 8 Februari 2018   21:52 597 1 0
Akankan Pendinginan Global Terjadi
sumber : http://www.apollospeaks.com/?p=25215

Pada tahun 2013, Laporan Penilaian Kelima untuk Panel Tinjauan Antarpemerintah (IPCC) menyimpulkan bahwa "Sangat mungkin bahwa pengaruh manusia telah menjadi penyebab dominan pemanasan yang diamati sejak pertengahan abad ke-20. Pengaruh manusia terbesar telah terjadi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana dan nitrous oxide. Perubahan iklim di masa depan akan berbeda di setiap wilayahnya, ini dikarenakan terdapat perbedaan lokasi geografisnya. Adapun dampak pemanasan global ini dapat dilihat dari  empat parameter yaitu peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, peningkatan level permukaan laut serta frekuensi dan intensitas cuaca meningkat secara ekstrim.

Dampak-dampak ini sangat berpengaruh pada sektor pertanian,dan pada sektor perairan. Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir. 

Tidak main-main, peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer Bumi itu tertinggi sejak 650.000 tahun terakhir. IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara drastis menaikkan suhu Bumi. IPCC menyebutkan temperatur permukaan panas bumi rata-rata meningkat dari 0,3 Celcius menjadi 0,6 Celcius dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, jika jumlah emisi gas rumah kaca terus terbentuk diatmosfir maka diperkirakan pada tahun 2030 temperatur bumi akan mengalami kenaikan sampai 1,5 Celcius- 4,5 Celcius. 

Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak dan menyumbang pada pemanasan global. Oleh karena itu, pemerintah sudah mulai mencanangkan untuk mengurangi dampak pemanasan global yang terjadi,dengan cara menciptakan slogan "Go-Green" yang dimaksudkan melakukan penghijauan dengan cara melakukan penanaman pohon satu orang satu pohon, dan adanya CFD (Car Free Day). Hal ini setidaknya dapat membantu untuk mengurangi efek dari terjadinya pemanasan global.

Pemanasan global juga akan segera memasuki masa akhir. Dan akan berganti jadi masa pendinginan global ( global cooling). Menurut ilmuwan, kondisi ini akan terjadi pada tahun 2030 dan 2040. Yang sebelumnya sudah pernah terjadi pada tahun 1650-1850 dan membekukan sebagian daerah Inggris. Global cooling ini terjadi karena aktivitas matahari. Akan tetapi, bukti akurat dari terjadinya pendinginan matahari ini disebabkan oleh cahaya matahari minimum. Karena cahaya matahari minimum mengakibatkan penurunan suhu yang ekstrim di atmosfer.

Gas rumah kaca yang saat ini banyak disalahkan oleh sebagian ahli pengusung isu pemanasan global adalah gas CO2 di atmosfer. Sementara sebagian ahli lain berpendapat bahwa sebenarnya jumlah CO2 di atmosfer tidak cukup signifikan untuk dijadikan "kambing hitam" pemanasan global karena jumlahnya yang hanya 0.04%. Selain itu, para ahli ini juga menyatakan bahwa seluruh gas yang ada di atmosfer adalah gas rumah kaca, tanpa terkecuali dimana komposisi terbesar adalah nitrogen (78%), oksigen (21%) dan uap air (hingga 3%).
            Lalu, apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan karbon dioksida dan partikel polutan di atmosfer? Ternyata kontribusi terbesar adalah akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. 

Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri. Apalagi kalau sekarang kita sering merasakan kemacetan di mana-mana akibat jumlah kendaraan bermotor dan "bermobil" yang meningkat. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013%

Masalah gas CO2  yang berlebih ini dapat diatasi dengan mengurangi penggunaan kendaran bermotor dan beralih pada kendaran yang tidak menggunakan bahan bakar fosil, seperti contoh nya motor dan mobil listik. Perusahaan otomotif akhir akhir ini mulai berlomba lomba mengeluarkan  mobil bertenaga listik, diantara nya BMW I8 dan TESLA. Dengan munculnya pioner pioner mobil tenaga  listrik akan membuat mobil listik makin lama makin bermunculan yang nanti pada akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya kadar CO2  di atmosfer yang akan membuat masalah global warming ini teratasi. 

sumber : http://www.apollospeaks.com/?p=25215