Mohon tunggu...
Novi Saptina
Novi Saptina Mohon Tunggu... Guru - Guru berprestasi di bidang bahasa dan menaruh perhatian pada kajian sosial dan budaya

Penulis adalah guru. Dalam bidang seni, dia juga menulis skenario drama musikal dan anggota paduan suara. Penulis juga sebagai pengurus lingkungan sekolah. Pada jurnalistik, penulis adalah alumni Akademi Pers dan Wartawan dan turut berpartisipasi sebagai kolumnis koran hingga saat ini

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Mudik Selamat dengan Sepeda Motor

3 Juli 2016   07:28 Diperbarui: 3 Juli 2016   08:49 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dari sekian banyak moda transportasi, mudik dengan sepeda motor masih menjadi tren yang membuat bahagia anak muda

Kecelakaan banyak terjadi karena pengendara sudah lelah karena terlalu lama mengendarai sepeda motor dan tidak fokus lagi sehingga terjadi kecelakaan. Ada hal lagi yang harus diwaspadai pemudik yaitu, pengumuman dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi dan gelombang laut tinggi berpotensi terjadi selama puncak arus mudik. Kondisi ini tentu saja sedikit banyak berpengaruh atau berpotensi menghambat pergerakan pemudik dan moda transportasi umum.

"Hujan lebat ini biasanya disertai angin kencang dan petir. Itu harus diwaspadai saat mudik",  kata Yunus Subagyo Deputy BMKG (KOMPAS, 2/7/16). Selain itu banjir rob juga masih akan melanda diperkirakan akan terjadi di seluruh wilayah tanah air. Ya, Allah betapa berat aral yang harus ditempuh pemudik tahun ini. Mudik kali ini akan diwarnai oleh cuaca ekstrem

Perhubungan memprediksi 2, 4 juta pemudik dengan mobil, 3, 8 juta pemudik dengan sepeda motor, dan sisanya seperti dengan kereta api, bis, fery, kapal laut adalah 17, 9 juta orang.

Ternyata  dibandingkan dengan mobil, sepeda motor menempati angka yang lebih tinggi dengan selisih 1, 4 juta orang. Sebuah angka yang tinggi juga. Maka harus diupayakan untuk mudik selamat, terutama bagi kendaraan yang digunakan pemudik yaitu sepeda motor.

Bagaimana apakah akan diteruskan mudik sepeda motor?

Bisa saja mudik dengan sepeda motor ini diteruskan karena alasan hanya itulah kendaraan yang dipunyai pemudik dengan syarat yaitu memaknai lebaran dan puasa serta mudik ini dengan bekal keimanan Ramadhan yang sangat cukup, yaitu puasa kita harus benar-benar puasa yang ikhlas. Sehari-hari selama Ramadhan ini menjalani puasa karena mempersembahkan diri pada Allah saja, bukan karena paksaan, atau keinginan untuk dipuji dan pamer,

Mudik dalam hukum Islam adalah mubah, artinya boleh-boleh saja dilakukan, tidak ada larangan apapun. Menjalin silaturahmi juga sangat dianjurkan oleh agama. Hanya dengan menjaga mudik selamat, maka silaturahmi ini akan terjalin. Tapi silaturahmi menjadi haram apabila disertai pamer atau riya, menggunjing, atau menyakiti hati yang lain dengan kesombongan.

Mudik selamat juga didapat dengan niat yang bersih, rendah hati (tawadu) sehingga tercermin dalan mengendarai sepeda motor dengan tenang dan percaya diri, tidak terpengaruh dengan keadaan sekeliling, tetap mantap melaju karena targetnya adalah mudik selamat,

Bila sudah lelah beristirahat, dan tetap berdoa, menyertakan Allah dalam perjalanannya, sehingga mudik selamat sampai tujuan. Membawa uang secukupnya, yang lainnya sudah ditransfer hari-hari sebelumnya dengan saling mengabari dengan keluarga terlebih dahulu, untuk mengupayakan mudik selamat.

Bersama teman-teman yang sebelumnya sudah direncanakan mudik selamat seperti ini. Cari teman seperjuangan dan sepaham dalam hal ini. Dibicarakan agar terkondisikan selalu mudik selamat.

Wawancara yang saya lakukan dengan teman-teman yang mudik dengan sepeda motor memang kurang lebih seperti itu. Mereka menyatakan dengan bersama teman-teman tidak ngoyo, adalah potensi untuk mudik selamat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun