Mohon tunggu...
Novira Kharamyna
Novira Kharamyna Mohon Tunggu... Ibupreuneur yang gemar menulis

Tertarik dengan: Sejarah, Politik, Sastra, Budaya, Sosial dan Indonesia. Menulis = Jendela Pola Pikir

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Banyak Orang Pintar Tidak Punya Kecerdasan Emosional

18 Juli 2016   18:46 Diperbarui: 20 Juli 2016   07:07 3374 6 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Banyak Orang Pintar Tidak Punya Kecerdasan Emosional
Sumber: flipboard.com

Salah satu narasumber di acara TV mengatakan jika “seseorang hanya memiliki kecerdasan intelektual namun tidak memiliki kecerdasan emosional maka hidupnya tidak seimbang, cenderung akan mengalami kegagalan”. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan seseorang dalam mengarahkan emosinya secara baik. Apa itu benar?dan mengapa hal tersebut menjadi penting. Mari kita ulas dari berbagai sumber yang ada.

Definisi Emosi sendiri dalam KBBI adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut di waktu singkat, keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis. Kecerdasan emosional sendiri dikemukakan pertama kali oleh Peter Salovey Ph.D dari Universitas Yale dan Jack Mayer Ph.D dari Universitas New Hampshire pada tahun 1990 yang definisinya sebagai berikut:

Kecerdasan emosional: Himpunan bagian dari kecerdasan yang melibatkan kemampuan memantau perasaan dan emosi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.

Kecerdasan emosional ini lebih dikenal dengan EQ atau Emotional Quotient yang berhubungan dengan emosi seseorang dan diasosiasikan dengan otak kanan sedangkan kecerdasan intelektual lebih sering disebut IQ yaitu Intelektual Quotient yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang diasosiasikan dengan otak kiri. Berikut adalah hal-hal positif yang akan dicapai jika kita memiliki kecerdasan emosional:

1. Mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran dan perasaan

Masalah adalah hal sering ditemui di dalam hidup, ketika kita tidak memiliki masalah yang harus dipecahkan tandanya waktu belajar kita akan terhenti dengan seketika, oleh karenanya menyelesaikan masalah sebaik mungkin adalah jalan yang harus ditempuh, menyelesaikan masalah dengan emosi bukanlah jalan keluar terbaik, untuk itu dalam menyelesaikan suatu masalah sangat penting melibatkan keduanya yaitu pikiran dan perasaan.

2. Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi

Memiliki kesadaran yang tinggi dalam meyelesaikan suatu masalah dapat membantu kita menemukan akar masalah yang ada terutama di dalam diri kita sendiri, karena bukan tidak jarang jika sumber masalah adalah diri kita sendiri, maka dari itu setelahnya diperlukan evaluasi ataupun introspeksi diri.

3. Memiliki Kemampuan Manajemen Diri Yang Kuat

Manajemen diri yang kuat ini mengacu pada pengaturan emosi ketika emosi tersebut datang, kemampuan ini akan menyadarkan kita untuk menempatkan emosi pada waktu dan tempatnya (dengan tepat).

4. Berpotensi Menjadi Pemimpin Yang Baik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN