Mohon tunggu...
Noviq Setiawan
Noviq Setiawan Mohon Tunggu... Sarjana Humaniora Universitas Indonesia

Praktisi Olahraga dan Ekonomi Syariah

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis 1998: Kisah Berdirinya Bank Syariah Mandiri

26 November 2020   21:26 Diperbarui: 26 November 2020   21:47 50 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis 1998: Kisah Berdirinya Bank Syariah Mandiri
Gambar: Bangunan Bank Syariah Mandiri (BSM). (Dok: pasardana.id)

Setelah dalam perjalanan sejarah bank-bank yang telah ada (bank konvensional) yang telah mengalami kegagalannya, seperti menjalankan fungsi untuk menjembatani antara pemilik modal dengan yang membutuhkan dana, memunculkan suatu model alternatif "Perbankan Bebas Bunga" dengan berbagai metode yang menggunakan sistem "bagi hasil".

Pemerintah dan Bank Indonesia sebagai bank sentral, telah memberikan dukungan mengenai Peraturan Sistem Perbankan di Indonesia yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 (kemudian diubah menjadi Undang-Undang No. 10 Tahun 1998), serta diperbarui kembali menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Perbankan. 

Perubahan undang-undang tersebut memberikan dampak positif bagi dunia perbankan syariah, karena keberadaan perbankan syariah semakin diakui oleh pemerintah, Bank Indonesia serta masyarakat luas.

Beberapa bank Islam yang bermunculan saat itu, salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Berdirinya Bank Syariah Mandiri tidak serta merta bank tersebut langsung terwujud. Banyak proses yang harus dijalaninya, mulai dari awal pembentukan nama, yaitu PT. Bank Industri Nasional, hingga mengalami beberapa perubahan nama lain.

Gambar: Perkembangan Bank Syariah Mandiri. (sumber: Laporan Tahunan Bank Syariah Mandiri 2017)
Gambar: Perkembangan Bank Syariah Mandiri. (sumber: Laporan Tahunan Bank Syariah Mandiri 2017)

PT. Bank Industri Nasional atau disebut juga dengan PT. National Industrial Banking Corporation Ltd., pada saat itu memiliki kantor pusat di Jakarta. Peresmian kantor tersebut juga berdasarkan akta pengesahan pada 16 Juli 1955, melalui Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau saat ini disebut dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, pada 4 Oktober 1967, terjadi perubahan nama perusahaan menjadi PT. Bank Maritim Indonesia. Lagi-lagi telah terjadi perubahan pada nama perusahaan perbankan tersebut, dari PT. Bank Maritim Indonesia, menjadi PT. Bank Susila Bakti. Perubahan ini berdasarkan Akta Berita Acara Rapat pada 10 Agustus 1973 di hadapan notaris yang bernama Raden Soeratman, S.H. di Jakarta.

Krisis ekonomi dan moneter yang melanda negara Indonesia pada tahun 1997, yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk adanya kisruh di dunia politik nasional, telah menimbulkan beragam dampak negatif yang hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali untuk dunia usaha. 

Dalam kondisi itu, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Saat itu pula, pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.

Dalam tindakan dan keadaan tersebut, PT. Bank Susila Bakti (BSB) menemukan momentum yang bagus untuk terhindar dari masa krisis moneter. BSB yang dimilki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT. Bank Dagang Negara dan PT. Mahkota Prestasi ini, berupaya keluar dari krisis dengan berbagai cara, antara lain mencoba langkah-langkah merger dengan bank lain, sampai akhirnya memilih untuk mengkonversi menjadi bank syariah dengan suntikan modal dari pemilik.

Ketika tengah berproses menjadi bank syariah, pada 31 Juli 1999, terjadilah merger dengan empat bank diantaranya; Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim dan Bapindo ke dalam PT. Bank Mandiri (Persero). Karena induknya merger ke dalam bank tersebut, rencana untuk perubahan BSB menjadi bank Syariah, telah diambil alih oleh pemilik baru. 

Pada 25 Oktober 1999, melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP.BI/1999 dan Surat Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 1/1KEP.DGS/1999, secara resmi PT. Bank Susila Bakti berubah menjadi PT. Bank Syariah Mandiri (Persero). 

Kelahiran PT Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syariah di PT Bank Susila Bakti dan Manajemen PT Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syariah di lingkungan PT. Bank Mandiri (Persero).

Hingga pada 1 November 1999, PT. Bank Syariah Mandiri sebagai bank Syariah beroperasi. Saat pertama kali beroperasi, Bank Syariah Mandiri memiliki delapan cabang, antara lain; lima cabang di Jakarta dan tiga cabang di luar Jakarta (masing-masing di Bandung, Surabaya, dan Medan). Awal operasionalnya, Bank Syariah Mandiri memiliki modal awal sebesar Rp300.000.000.000,- dengan jumlah saham 99% dimiliki oleh Bank Mandiri.

Gambar: Poster Peresmian dan Ucapan Selamat kepada Bank Syariah Mandiri. (sumber: Bisnis Indonesia, 22 November 1999)
Gambar: Poster Peresmian dan Ucapan Selamat kepada Bank Syariah Mandiri. (sumber: Bisnis Indonesia, 22 November 1999)
Kehadiran Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak tahun 1999 merupakan Bank Umum Syariah kedua di Indonesia, setelah Bank Muamalat Indonesia. Hal ini merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis 1998 yang melanda di Indonesia. PT. Bank Syariah Mandiri hadir dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani untuk melandasi kegiatan operasionalnya.

Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di dunia perbankan Indonesia. Bank Syariah Mandiri hadir untuk bersama membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik sampai saat ini.

Sumber-Sumber Artikel:
Ascarya. 2007. Akad & Produk Bank Syariah. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Ascarya, dan Yumanita, Diana. 2005. Bank Syariah: Gambaran Umum. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan.

Bank Syariah Mandiri. Laporan Tahunan Bank Syariah Mandiri (2000-2004).

Harian Neraca Ekonomi, edisi 18 November 1999. "Bank Syariah Mandiri Resmi Beroperasi".

Kompas, edisi 19 November 1999. "Kilasan Ekonomi".

VIDEO PILIHAN