Novi Jauhari
Novi Jauhari

Hanya wanita biasa yang ingin berkarya lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Aku Terbebaskan dari 5 Tahunku yang Kelam

15 Februari 2018   09:35 Diperbarui: 15 Februari 2018   09:57 429 1 0

Denting piano yang mengalun begitu merdu. Membuat ku penasaran ingin mengenal sosok lelaki yang sekarang sedang bermain dengan tuts-tuts piano itu.

Ku perhatikan setiap gerak-geriknya, tubuh & jiwanya seolah menyatu dengan semua tuts & dentingan yang ia hasilkan. Tampan & dewasa sekali. Itulah penilaianku saat ini untuk dirinya. Aku harus bisa mengenalnya lebih jauh.

***

Malam itu adalah malam dimana sahabat ku melangsungkan resepsi pernikahannya. Dan entah siapa yang mereka undang sebagai pemain piano profesional di acara penting mereka ini. Pria yang berhasil membuatku penasaran.

"Hai Win... Apa kabar?" tiba-tiba terdengar suara menyapaku yang sukses membuyarkan lamunanku.

"Oooh... Hai Ngga, kabarku baik. Bagaimana kabarmu?" aku menjawab sapaan Angga, teman kuliahku dulu yang satu kampus denganku maupun sahabatku yang menikah ini.

"Baik... Kamu datang sendirian Win?" pertanyaan Angga merupakan pertanyaan yang rutin aku dapatkan setiap aku menghadiri acara pernikahan, baik acara pernikahan temanku maupun saudaraku.

"Ya aku datang sendirian. Kamu dengan siapa Ngga? Mana pacarmu?" aku bertanya kembali kepada Angga.

"Aku juga sendirian kok Win..." jawab Angga sembari nyengir.

"Oohh..sama donk..." aku tertawa untuk mencairkan suasana.

Hmmm...bagaimana mungkin Angga datang sendirian?? Masa sih dia tidak punya pacar alias jomblo?? Atau mungkin dia punya pacar hanya saja pacarnya saat ini tidak bisa menemani Angga kesini?? Yaa...pasti begitu...karna Angga tidak mungkin jomblo. Angga adalah pria yang baik hati dan rupawan. Tubuhnya tinggi & atletis, kulitnya kuning langsat, rambutnya lurus dengan potongan yang trendy tetapi sangat pas dengannya. Sungguh idaman wanita, jadi tidak mungkin dia jomblo.

"Win...Wina...???" Angga memanggilku sambil melambaikan tangannya di depan muka ku.

"So...sorry Ngga... Kamu ngomong apa Ngga?" aku terkejut sekaligus malu karena ketahuan sedang melamun.

"Mikirin apa siy Win? Kok serius amat sampai nggak sadar aku ajak ngobrol" Angga bertanya heran sambil menatapku.

"Sorry Ngga, bukan hal penting kok. Maaf ya tadi aku nggak denger kamu ngomong apa" aku merasa tidak enak pada Angga.

"Kamu pulang sama siapa Win? Kamu bawa kendaraan sendiri?" Angga bertanya padaku.

"Ooh..nggak Ngga, aku naik taxi aja nanti"

"Aku antar yaa Win, skalian kita ngobrol, sudah lama kita nggak ketemu"

"Hmm...boleh kalau tidak merepotkan" aku meng-iya-kan sambil tersenyum.

"Tentu saja tidak.." Angga membalas senyumku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10