Mohon tunggu...
Novera Angellina
Novera Angellina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Ilmu Komunikasi UAJY

A step forward, is a step closer.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Analisis Sosial: Generasi Kritis atau Apatis?

21 Februari 2021   16:04 Diperbarui: 21 Februari 2021   16:46 708
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menulis ini mengingatkan saya pada masa-masa seragam putih abu-abu. Waktu di mana saya dan teman-teman masih semangat membara-bara ketika bercengkrama tentang berita yang tayang malam lalunya. "Menurutku memang harusnya peraturan itu ditegaskan oleh Pemerintah! Toh, memang masyarakat juga membutuhkan perhatian yang lebih dari segi tersebut!", seru teman saya.

"Menurutku juga begitu. Tidak ada salahnya kalau ditegaskan, kasihan jadinya kalau masyarakat yang memang tidak punya akses untuk informasi-informasi penting. Apalagi mereka yang mungkin lebih sulit untuk menerima dan memahami kondisi ini.", balas teman saya yang satunya lagi.

"Tetapi, sebenarnya kalau dipikir-pikir, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah untuk hal ini. Begitu banyak pendapat dan keinginan warga Indonesia yang tentunya tidak bisa selalu dipenuhi secara sempurna oleh pihak pemerintah. Bisa jadi, ada rencana lain dari mereka yang memang masih sedang dipikirkan.", jelas yang lainnya.

Ingatan tersebut cukup menyadarkan saya kembali akan betapa pentingnya memahami realitas sosial, situasi yang kita hadapi setiap harinya dalam kehidupan. 

Soal hidup tidak ada yang tahu, terkadang baik adanya, terkadang jatuh hingga terluka. Ada saatnya kita harus bersuara, memperjuangkan hak dan milik kita. Ada saatnya, kita bersabar, berusaha memahami dan menelaah, agar setiap tindakan yang kita ambil tidak menuai bencana. Di saat inilah berpikir kritis menjadi kunci bagi kita semua, membawa kita pada pandangan yang berbeda, agar kita bisa mengerti akan kondisi yang ada di sekitar kita.

Adakah cara khusus untuk mendapatkan pemahaman lebih mengenai realitas dan situasi sosial? Ada tentunya. Kita mengenalnya sebagai Analisis Sosial, skema interaksi antar faktor yang digunakan untuk memecahkan masalah. Sederhananya, Analisis Sosial digunakan untuk membantu kita dalam memecahkan masalah sosial dengan cara memahami situasi sosial, hubungan structural, kultural (budaya), dan historis (sejarah) dari realitas yang kita jalankan.

Sumber: siedoo.com
Sumber: siedoo.com
Contohnya: Terdapat kumpulan anak-anak yang terpaksa putus sekolah akibat pandemic covid-19, pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengemis, dan sebagian menjadi pemulung. Dari mana kita bisa memulai langkah untuk memecahkan permasalahan ini? Apa yang mendorong mereka untuk melakukan gerakan tersebut? Mengapa tidak tersedia solusi lain yang bisa dilakukan oleh mereka?

Dengan menggunakan Analisis Sosial, kita dapat memahami kondisi di atas secara lebih komprehensif. Tidak sembarang menyalahkan pihak tertentu, tidak juga menawarkan solusi yang tidak tepat. 

Analisis sosial akan diperlukan untuk membantu kita menganalisis secara lebih teliti dan kritis, melihat suatu permasalahan secara mendalam, dengan meninjau potensi-potensi yang kemungkinan muncul, mencari tahu penyebabnya, dan mendengarkan berbagai perspektif pemikiran dari berbagai pihak. Pada akhirnya, kita diharapkan dapat menawarkan solusi yang benar-benar adaptif dan efektif.

Apa saja manfaat dari Analisis Sosial yang lainnya?

  1. Analisis Sosial digunakan sebagai alat untuk mencari sumber-sumber informasi, seperti relasi kuasa, aktor, agen, pendukung, dan penghambat dari suatu permasalahan sosial, sehingga kita dapat menemukan akar dari suatu permasalahan sosial.
  2. Analisis Sosial dapat dijadikan sebagai kesaksian atas proses, peran pelaku, dan relasi kuasa dalam praksis advokasi.
  3. Analisis Sosial membantu untuk menawarkan sejumlah prediksi dengan cara menggelar fakta untuk dijadikan dasar pembentukkan strategi masyarakat korban.
  4. Analisis Sosial dapat membantu kita untuk mendalami potensi (kekuatan-kelemahan) yang berada dalam masyarakat jadi dalam proses analisis sosial, sehingga kita dapat menawarkan solusi dengan melihat peluang yang ada.
  5. Hasil Analisis Sosial dapat digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang, sehingga kita mampu menawarkan solusi yang adaptif untuk mengubah keadaan.

Melakukan analisis sosial tentu tidak semudah yang tertulis di artikel ini. Ada banyak sekali tahapan yang harus kita lalui untuk memastikan bahwa, analisis sosial yang kita lakukan tepat pada jalurnya. Akan tetapi, ketika mendapatkan kesempatan untuk melakukan analisis sosial, kita sudah dapat mengetahui manfaat apa yang akan kita peroleh. 

Selain mampu mengulurkan tangan untuk membantu permasalahan di tengah kehidupan masyarakat, kita juga dapat melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih kritis dan peduli. Berpikir berlandaskan atas fakta, menelaah dengan teliti, dan berusaha mendapatkan informasi dari berbagai pihak dengan persepktif yang berbeda-beda.

Saya percaya, generasi muda membutuhkan orang-orang yang lebih siap untuk menyongsong realitas sosial di kehidupan yang akan mendatang. Oleh karena itu, mengasah cara berpikir demi membentuk generasi kritis merupakan hal yang penting untuk diprioritaskan. Jadilah generasi yang kritis, bukan apatis. Sikap peduli yang disatukan dengan pemikiran kritis pastinya akan membantu kehidupan masyarakat di negara ini untuk menjadi selangkah lebih maju.

Apakah kamu siap? Ayo bangun generasi kritis dan peduli untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun