Mohon tunggu...
Nova SitiUmaya
Nova SitiUmaya Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Life is Like Traffic Lights~ masih belajar

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sisi Tersirat Qatar, Tuan Rumah Piala Dunia 2022

25 November 2022   17:42 Diperbarui: 25 November 2022   17:43 369
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Logo Piala Dunia 2022/ sumber: bola.net>piala dunia

Siapa sih yang tidak mengenal istilah piala dunia? Piala Dunia merupakan istilah untuk Piala Dunia Sepak Bola skala Internasional atau yang dikenal sebagai FIFA World Cup. Yaitu sebuah kompetisi olahraga sepak bola paling bergengsi di dunia yang digelar setiap empat tahun sekali. Piala Dunia pertama diselenggarakan pada tahun1930 yang diikuti oleh 13 tim negara yang diundang secara langsung oleh Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen sepak bola Piala Dunia tahun 2022 ini akan digelar di Negara Timur Tengah. Qatar Menjadi negara tuan rumah dalam kompetisi empat tahunan edisi ke-22. Dimana sebelumnya Negara Rusia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2018 edisi ke-21. Qatar akan menjadi tuan rumah turnamen Piala Dunia selama satu bulan, yang akan berlangsung mulai tanggal 20 November hingga 18 Desember 2022 mendatang. Tercatat ada 32 negara dari lima benua yang akan turut serta dalam turnamen Piala Dunia 2022.

Piala Dunia 2022 di Qatar berlangsung sejak 20 November 2022 kemarin. Upacara pembukaan atau opening ceremony digelar langsung dari di Stadion Al Bayt, Al Khor, Qatar. Pada Minggu malam 20 November 2022. Upacara Piala Dunia dibuka dengan berbagai performa. Menariknya, salah satu performanya yakni lantunan ayat suci Al Quran yang dikumandangkan oleh Ghanim Al Muftah. Seorang remaja penyandang disabilitas yang memiliki suara merdu. Morgan Freeman, narator upacara pembukaan bersama Ghanim Al Muftah saling berkisah tentang kemanusiaan dan persatuan. Kemudian Ghanim Al Muftah melantunkan ayat suci Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat ke-13.

Stadion berkapasitas 60 ribu tempat duduk itu dipenuhi penonton dari berbagai penjuru dunia. Usai upacara pembukaan Piala Dunia 2022, langsung dilanjutkan dengan turnamen pertama antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador. Lagu kebangsaan Qatar dan soundtrack resmi Piala Dunia 2022 yang berjudul "Hayya Hayya" juga ditampilkan dalam acara. Bukan hanya itu, La'eeb sebagai maskot resmi turnamen Piala Dunia turut hadir dan menampilkan pertunjukan. Fakta menariknya lagi, Piala Dunia tahun ini, Qatar menghadirkan enam wasit wanita, yang akan menjadi sejarah baru bagi Piala Dunia.

Salah satu bentuk antusiasme para penggemar terhadap Piala Dunia 2022 adalah dengan mengadakan acara nonton bersama (nobar). Hal ini dilakukan demi bisa merasakan euforia yang sama seperti di Qatar. Khusunya di Indoensia, bentuk euforia supporter dapat dilihat dari banyaknya coffee shop yang menggelar kegiatan nobar Piala Dunia 2022.

Namun siapa sangka, dibalik meriahnya Piala Dunia 2022 ternyata menuai banyak kontroversi. Mengapa? Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, dimana Qatar sebagai tuan rumah menerapkan beberapa peraturan yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adat-istiadat serta budaya yang dipengaruhi syariat agama (Islam) turut mempengaruhi event Piala Dunia 2022 di Qatar.

Karena alasan ini lah, para penggemar bola menilai bahwa penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini penuh kontroversi. Mulai dari larangan meminum alkohol selama piala dunia berlangsung,  larangan bagi kelompok LGBT untuk mengibarkan bendera LGBT dan mengakampanyekannya. Serta larangan bermesraan di tempat umum dan melakukan hubungan seks di luar pernikahan.

Qatar juga melarang penggunaan ganja dan obat-obatan seperti narkotika, dan obat penenang lainnya. Pemerintah Qatar mewajibkan pria dan wanita sebagai rasa hormat terhadap budaya dan adat istiadat Qatar dengan menghindari pakaian yang terlalu terbuka di depan umum. Para supporter diminta untuk menutupi bahu dan lutut mereka. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan denda bahkan hukuman penjara.

Peraturan-peraturan ini lah yang menyebabkan kontroversi. Dimana banyak negara liberalisme yang menganggap peraturan ini berlebihan, mengekang dan tidak menjunjung nilai sportivitas. Qatar sebagai negara Islam tetap berpegang teguh pada prinsip dan tidak berniat untuk mentoleransinya. Sebagaimana pernyataan kepala keamanan Piala Dunia 2022 "Jika ada yang ingin menyuarakan pandangan tentang LGBT lakukan saja di tempat orang-orang yang menerima pandangan tersebut, tapi tidak disini. Kami tidak akan mengubah peraturan agama hanya demi 28 hari", tegasnya.

Qatar sebagai tuan rumah tentu memiliki wewenang penuh atas kebijakan yang ada sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku. Indonesia sendiri tidak mempermasalahkan kebijakan ini. Bahkan sebagian besar masyarakat mendukung atas kebijakan Qatar dalam Piala Dunia 2022. Sebagai negara yang turut memeriahkan Paiala Dunia, bukankan menghormati dan mematuhi peraturan yang berlaku merupakan bentuk sportivitas?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun