Mohon tunggu...
Nova Noviane Irawan
Nova Noviane Irawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

KKN Tematik UPI 2022: Pencegahan serta Penanggulangan Balita dengan Keadaan Stunting (Studi Kasus Kelurahan Isola, Negla, Kota Bandung)

4 Agustus 2022   08:24 Diperbarui: 18 Agustus 2022   10:54 414 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto anggota Kelompok 11 (Dokpri)

Universitas Pendidikan Indonesia melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejak tanggal 11 Juli 2022. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti oleh kurang lebih 7.000 Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung maupun di Kampus Daerah (KAMDA), dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG's Desa dan MBKM. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini termasuk pada mata kuliah wajib yang harus dilakukan oleh seluruh mahasiswa UPI.

Sebanyak 7.000 Mahasiwa dibagi kembali ke dalam kelompok-kelompok besar berdasarkan wilayah domisili dan melaksanakan kegiatan berdasarkan tema yang sudah ditentukan. 

Salah satunya, kelompok saya yaitu kelompok 11 dengan berisikan 29 anggota mendapatkan tema "Desa Tanpa Kelaparan" yang didampingi oleh Ibu Ismawati Kosasih, S.Pd.I., M.Si. 

Kemudian, pelaksanaan program di kelompok 11 ini dilaksanakan secara kelompok kecil berdasarkan RW masing-masing anggota kelompok. Kelompok kecil saya mendapatkan sub tema 'Penanggulangan Balita dengan Keadaan Stunting"

Hal ini diusung dalam rangka turut melaksanakan program dari pemerintah Jawa Barat yag menargetkan Zero New Stunting (nol kasus stunting) pada tahun 2023. Jabar Zero New Stunting adalah program unggulan Gubernur Jawa Barat dalam mendukung program nasional untuk menurunkan prevalensi stunting, dengan target capaian pada tahun 2023 adalah 19,2%. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K)., M. Kes., MMRS., memaparkan data survei SSGI tahun 2021 yang mengatakan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat dikategorikan tinggi pada tahun tersebut dan menargetkan Jabar zero new stunting pada 2023. Paparan tersebut dibahas pada rapat terbatas koordinasi evaluasi capaian kinerja triwulan II Dinkes tahun 2022 di Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (7/6/2022).

Berdasarkan hal tersebut, untuk turut serta membantu usaha mengurangi angka stunting di Jawa Barat, maka penulis beserta tim menjalankan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada para Kader posyandu dengan harapan para kader dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat bagaimana cara penanggulangan stunting pada Balita.

 Kegiatan Sosialisasi di Posyandu Ananda 2 (Dokpri)
 Kegiatan Sosialisasi di Posyandu Ananda 2 (Dokpri)

 Foto Banner (Dokpri)
 Foto Banner (Dokpri)
Program kerja pertama kelompok kecil penulis yaitu melaksanakan kegiatan Sosialisasi pada tanggal 20 Juli 2022 mengenai Penanggulangan serta Pencegahan Balita dengan Keadaan Stunting. Kelompok saya melakukan kerja sama dengan Puskesmas Ledeng yang menjadi Pembicara pada kegiatan sosialisasi. 

Sosialisasi ini dilaksanakan di Posyandu Ananda 2 RT 05 RW 04 Kelurahan Isola. Kamipun memberikan kenang-kenangan kepada Posyandu Ananda 2 berupa banner mengenai Pencegahan dan Penanggulan Stunting.

  Foto membuat video tutorial memasak MPASI (Dokpri)
  Foto membuat video tutorial memasak MPASI (Dokpri)

Lalu program kerja yang kedua yaitu melaksanakan pembuatan video tentang cara memasak MPASI. Video yang telah dibuat dibagikan melalui grup WhatsApp kader posyandu dengan harapan Ibu-Ibu yang masih memiliki balita agar tetap menjaga keseimbangan gizi melalui makanan serta video yang kami buat dapat bermanfaat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan