Mohon tunggu...
Novan Noorwicaksono Bhakti
Novan Noorwicaksono Bhakti Mohon Tunggu... Guru Sejarah

Berusaha menebarkan kebaikan dalam media dan kondisi apapun

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Runtuhnya Uni Soviet

24 Januari 2021   17:29 Diperbarui: 24 Januari 2021   18:06 545 2 0 Mohon Tunggu...

Setelah Revolusi Oktober 1917, kaum Bolshevik berhasil menggulingkan pemerintahan Tsar Nicholas II. Secara resmi, Uni Soviet berdiri pada 30 Desember 1922 setelah Partai Komunis dan  Politicheskoye Buro (Politbiro) menguasai seluruh tingkat kekuasaan pemerintahan. Politbiro adalah sebuah biro politik Partai Komunis Soviet yang menjalankan tugas sebagai pembuat kebijakan pusat dan badan pelaksana partai. Pemimpin pertama Uni Soviet adalah Vladimir Ilich Lenin.

Negara Uni Soviet terdiri dari Konfederasi Rusia, Belarus, Ukraina dan Federasi Transkaukasus. Pada 1936 Transkaukasus terpecah menjadi Georgia, Azerbaijan dan Republik Armenia. Uni Soviet secara praktis menguasai 15 republik, yaitu Rusia, Ukraina, Georgia, Belarus, Uzbekistan, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgystan, Moldova, Turkmenistan, Tajikistan, Latvia, Lithuania dan Estonia.

Dalam politik internasional, Uni Soviet sejak 1920 terus mengembangkan Komintern (Komunis Internasional) dengan tujuan memperluas pengaruh komunisme ke luar Eropa Timur. Keberhasilan atas tersebarnya pengaruh komunisme ke luar Eropa Timur tidak selalu bisa menghadapi dinamisme sosial-politik di Uni Soviet, sendiri setelah gagal menyatukan negara-negara bagian di bawah naungannya. Perang Dingin dan pemerintahan otoriter yang mereka kembangkan menyebabkan sistem yang dibangun menjadi begitu rapuh.

A.   Penyebab Keruntuhan

1.    Keragaman Budaya 

Keragaman budaya ternyata menjadi sumber permasalahan yang sangat membahayakan kedaulatan negara. Uni Soviet merupakan sebuah pemerintahan pusat yang berkedudukan di Moskow dan membawahi 15 negara berbentuk republik dengan keragaman etnis, suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan dan berbagai ciri khas masing-masing. Di tengah keragaman tersebut, tidak ada nasionalisme yang kuat di setiap negara bagian.

Banyak pihak di seluruh negara bagian yang tidak puas dengan kinerja pemerintah menjamin kesejahteraan hidup seluruh rakyatnya. Mereka berusaha untuk melakukan pembangkangan terhadap pemerintah pusat. Salah satu kasus pembangkangan pernah terjadi di Cekoslovakia dan Estonia.

Kebanyakan pembangkangan muncul dari sastrawan dan budayawan setempat. Pembangkangan di Cekoslovakia tejadi saat tank-tank Uni Soviet memasuki Cekoslovakia pada 1968. Alexander Dubcek, Ketua Presidium Komite Sentral Partai Komunis Cekoslovakia mempimpin pembangkangan itu. Di Estonia, sastrawan Paul-Erik Rummo membuat sajak-sajak anti Soviet pada 1989 Selama kurun masa itu, pembangkangan terus menyebar di Latvia dan Lithuania. Banyak tokoh-tokoh sastrawan, politisi, seniman dan sebagainya yang menjadi target operasi KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti : Komite Keamana Negara).  

2.    Totaliter

Kepemimpinan yang totaliter menginginkan sebuah keteraturan dalam negara agar cepat mencapai tujuannya. Totaliter harus ditunjang oleh kepercayaan terhadap negara dan pemerintah. Uni Soviet menuntut setiap negara bagian untuk setia dan percaya, tetapi hal ini dimanfaatkan oleh beberapa elite penjilat dan korup yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Sementara itu, pemerintahan yang totaliter membius rakyat kecil dalam berkreasi dan berpendapat. Mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara sendiri, sifat totaliter ini juga sangat mengekang setiap gerakan yang berusaha meneriakkan kebebasan. Untuk memantapkan sifat totaliter di Uni Soviet, negara ini memiliki polisi rahasia bernama KGB bentukan Felix Dzerzhinsky yang terkenal kejam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN