Mohon tunggu...
Noto Susanto
Noto Susanto Mohon Tunggu... Menata Kehidupan

Saya Sebagai Dosen, Entrepreneurship, Trainer, Colsultant Security dan Penulis.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

4 Ide Cerdas Tetap Mudik Walaupun Dilarang

9 Mei 2021   20:40 Diperbarui: 9 Mei 2021   20:54 255 3 1 Mohon Tunggu...

Rindu kampung halaman dihalangi oleh "Virus Corona" yang sedang melanda seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini sama-sama dirasakan bagi pemudik yang tidak bisa mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Kumpul dengan keluarga menjadi alasan kenapa  harus pulang kampung, terutama kepada kedua orang tua, sanak saudara, dan keluarga lainnya. Nilai yang paling berharga saat lebaran bisa bersama-sama dengan orang yang kita cintai, teruntuk yang jauh dari kampung halaman.

Himbauan pemerintah melarang mudik karena untuk melakukan pencegahan penularan "Virus Corona" yang setiap hari makin bertambah. Oleh karenanya rindu kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga menjadi tertunda.

Situasi Covid-19 berdasarkan data disampaikan melalui stasiun televisi Liputan 6 SCTV yang didapatkan sumber utamanya "www.covid19.go.id"  update sabtu 8 Mei 2021.

Berikut datanya sesuai dengan fakta " positif 1.709.762, (+ 6.130 Orang), kasus aktif 99.003, sembuh 1.563.917, (+ 5.494 Orang), dan yang meninggal 46.842, (+ 179 Orang). Karena data tersebut mudik dilarang oleh pemerintah.

Awalnya informasi sempat simpang siur "Di izin mudik sebelum tanggal 6 - 17 Mei 2021 bahwa masyarakat Indonesia diperbolehkan mudik, kemudian setelah situasi ramai mudik dilarang dari tanggal 24 April - 17 Mei 2021 dan apabila terdapat mudik di tanggal 6 - 17 Mei 2021 akan dikenakan denda oleh pemerintah".

Jauh sebelum mudik dilarang sesuai tanggal yang ditetapkan oleh pemerintah,  masyarakat sudah berbondong-bondong mudik duluan. Terutama bagi pekerja yang tidak terikat dan pekerjaan tidak menetap seperti UMKM, kuliner, PKL, penghasilan harian, dan usaha lainnya.

Fenomena ini membuat masyarakat "Galau dan Gelisah" karena tidak bisa mudik, dengan analisa bahwa mudik dilaksanakan hanya setahun sekali. Sempat berpikir apakah hanya rekayasa, atau memang benar fakta virus Corona menyebar ke seluruh pelosok Nusantara.

Namun pikiran tetap positif untuk tidak mudik, sebagai warga masyarakat yang baik harus mematuhi apapun menjadi himbauan pemerintah. Dengan demikian untuk menghadapi fenomena diatas, berikut solusinya. 

Walaupun tidak mudik, tetap melakukan ide cerdas yang terasa mudik ke kampung halaman :

1.Aktif Media Sosial :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN