Mohon tunggu...
noni triana
noni triana Mohon Tunggu... mahasiswa universitas 17 agustus 1945 (untag)

if opportunity does not come to you, then create it

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Berawal dari Rumah untuk Indonesia

18 Januari 2021   13:37 Diperbarui: 18 Januari 2021   14:12 40 1 0 Mohon Tunggu...

Munculnya wabah covid 19 di negara kita, Indonesia. membawa banyak dampak dalam tatanan hidup manusia dan melahirkan beberapa adaptasi Kebiasaan Baru untuk mencegah penularan virus covid 19. pada masa pandemi ini kegiatan masyarakat sebagian besar banyak yang mengalami perubahan dan sebagian lainnya tetap berjalan berdampingan dengan adaptasi baru yaitu penggunaan protokol kesehatan yang meliputi penggunaan masker, cuci tangan, dan physical distancing.

Penggunaan protokol Kesehatan merupakan upaya preventif yang dilakukan pemerintah guna memutus rantai covid19 sehingga aktivitas masyarakat di luar dapat berjalan seperti semula meskipun ada beberapa kegiatan yang harus dibatasi untuk penyesuaian di masa pandemi ini. Penyesuaian fasilitas kesehatan terus diupayakan oleh pemerintah sehingga harapannya setiap fasilitas publik dapat dilengkapi dengan adanya fasilitas seperti bak cuci tangan atau penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat yang terjangkau oleh masyarakat.

Adapun hal lain yang mempengaruhi adanya peningkatan jumlah kasus covid yaitu kesiapan masyarakat dalam menyediakan fasilitas untuk adaptasi baru seperti pemakaian masker dan bak cuci tangan di rumah. Disini kata “rumah” mewakili tempat tinggal yang kita tempati, meski hanya kos, asrama, tetaplah itu rumah, dimana kita merasa nyaman dan aman untuk tinggal itulah makna rumah sebenarnya. Kenapa harus di rumah? karena rumah merupakan start awal seseorang memulai dan mengakhiri kegiatan dalam keseharian. Rumah adalah awal dimana seseorang mulai menerapkan hal baru yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan, dimana mulainya interaksi awal seseorang adalah dengan keluarga kemudian orang luar seperti tetangga, setelah itu barulah bentuk pemikiran atau pola pikir seseorang terbentuk.

Seperti gayung bersambut, hal yang sama juga dituturkan oleh bapak Nanang Dwi Septiadi,S.Kep.,Ns. beliau adalah Perawat Ruang Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Angkatan Laut dr.Ramelan Surabaya. Dari hasil wawancara pada tanggal 22 Desember 2020 dengan beliau, adaptasi new normal selama masa pandemi covid 19 dapat dilakukan dengan tepat dan benar, apabila orang tersebut dapat melakukan selayaknya itu adalah kebiasaan sehari-hari.

“Selama kita work from home, study at home, pembentukan kebiasaan ini dapat mulai ditanamkan. Karena rumah adalah tempat yang utama untuk pembentukan watak, perilaku serta pola pemikiran seseorang” tutur beliau.

Ketika topik bahasan sampai pada apa yang paling penting dalam pembentukan kebiasaan tersebut, beliau menjawab bahwa ada beberapa hal yang paling penting yang merupakan dasarnya yaitu yang pertama Mendapat Informasi yang tepat dan benar dan yang kedua, Menerapkan dengan tepat dan benar.

“jika seseorang mendapat informasi yang benar, maka benar pula tindakannya, maka diterimalah dia di lingkungannya.” tutur beliau.

Maka dari hal tersebut, Program KKN dari Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya yang dijanlankan oleh mahasiswi R35 bernama Noni Triyana Anggrainie di Griya Permata Gedangan Blok K1-K2 RT. 08 RW. 08 Desa Keboansikep Gedangan, Sidoarjo. Dibawah bimbingan Ibu Fitri Norhabiba,S.I.Kom,M.I.Kom, program kerja kali ini mengambil tema sosialisasi dan edukasi Adaptasi New Normal yang memfokuskan pada Penerapan Protokol Kesehatan Dengan Benar dan Tepat. Lokasi yang dipilih merupakan bentuk pemungkiman penduduk yang warganya sudah termasuk pada golongan keluarga sejahtera, data tersebut dapatkan melalui pendataan door to door, namun penggolongan tersebut ternyata tidak sejalan dengan pemahaman mengenai kondisi saat ini. Saat Pra KKN ditemukan masih banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker dan masih banyak yang belum menjaga jarak, penempatan bak cuci tangan yang ada sering tidak disertai penyediaan sabun, terkadang pun bak tersebut kosong tak berisi air.

 Hal ini menjadi suatu hal yang ironis pasalnya kasus covid 19 di indonesia mencapai angka ratusan ribu jiwa yang tercatat positive covid 19. di provinsi jawa timur khususnya di kabupaten sidoarjo sesuai data SATGAS COVID 19 per tanggal 1 Januari 2020, angka pasien positive covid 19 mencapai 7816 kasus. Peningkatan kasus Covid 19 dinilai sebagai data kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan protokol kesehatan khusunya pada masyarakat yang masih melakukan aktivitas diluar rumah. sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa pemerintah telah melakukan pembatasan kegiatan seperti sekolah yang diubah menjadi daring, aktivitas kantor yang akhirnya lebih banyak diberlakukan upaya work from home, peniadaan aktivitas yang menimbulkan keramaian. hal tersebut menunjukan bahwa pentingnya kesadaran masyarakat akan adaptasi baru yaitu penggunaan protokol kesehatan di masa pandemi ini. hal yang cenderung dapat terlihat adalah banyaknya orang yang menyepelekan kegiatan cuci tangan sebelum melakukan kegiatan atau sesudah melakukan kegiatan meski fasilitas cuci tangan telah disiapkan dan telah menjadi syarat terbukanya suatu tempat atau sarana publik.

Bak cuci tangan, seperti halnya masker belum banyak orang tahu atau bahkan menyepelekan benda ini. banyak dari kita lebih berpikir "praktis", yang dimana pemikiran itu bergeser dari penggunaan bak cuci tangan beralih ke hand sanitizer. padahal penggunaan hand sanifizer hanya boleh dilakukan kala kita berada pada posisi yang "darurat" seperti keberadaan kita jauh dari tempat cuci tangan, tidak ada air, ataupun tidak tersedianya fasilitas tersebut. namun berbagai hal "darurat" diatas tepinggirkan hanya karena kata "praktis" padahal yang praktis belum tentu higienis meski embel-embelnya "mampu membunuh kuman hingga 99,9%".

Untuk itulah sosialisasi ini dilakukan guna membangun kembali kewaspadaan masyarakat dan mengedukasi perilaku hidup sehat dalam penggunaan protokol kesehatan pada masa pandemi ini. Pembagian brosur dan masker bertujuan untuk menumbuhkan kembali minat baca untuk memperluas pengetahuan tentang covid dan adaptasi new normal, sedangkan masker untuk menumbuhkan kembali perilaku hidup sehat sesuai adaptasi new normal. Adapun upaya membangun kembali giat cuci tangan dengan membuat pojok sanitasi sehat dengan menyediakan bak cuci tangan lengkap dengan sabun dan sumber pengairan. Upaya sosialisai dilakukan dengan metode door to door seperti pengumpulan data awal, hal ini bertujuan untuk mendukung gerakan social dystancing dan lebih akrab dengan warga sehigga harapannya sosialisasi dan edukasi ini mendapat penerimaan yang baik di hati mereka. Penguatan sumber daya masyarakat tak luput dari perhatiannya, dari yang dilaporkan di wilayah ini sudah ada pengololaan limbah yang cukup baik, disini juga terdeapat pengolaan tanaman hidroponik, warga disini mau berinteraksi dengan hal baru dan mereka dengan tangan terbuka mengajarkan bagaimana cara membuat pot hidroponik. Dan tidak terasa KKN sudah berjalan 12 hari, berbaur dengan kebiasaan masyarakat disini sambil mengevaluasi KKN yang dilakukan. Dari yang dilaporkan oleh Noni sapaan akrab mahasiswi tersebut, kader masyarakat sudah mulai bergerak lebih rutin dalam menshare info-info kesehatan dari sumber yang terpecaya, mulai penggerakan kembali himbauan pemakaian masker dan dari pojok sanitasi sehat yang kami dirikan dari swadaya warga, bak itu berfungsi dengan baik dan dipergunakan dengan baik. Semoga perilaku ini dapat membangun gerakan hidup sehat sesuai yang di canangkan demi menghadapi pandemi ini, berawal dari diri sendiri dan menginspirasi orang lain, semoga gerakan kecil ini dapat membawa dampak besar untuk kita semua.

VIDEO PILIHAN