Mohon tunggu...
Kinanti
Kinanti Mohon Tunggu... Only Him knows the reason I met you. I want nothing eccept for crying although I really hate it the most

Every one is unique. No one can compare each other. We just should respect others whatever of ours.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Wahai Gusti Allah...

20 April 2021   01:58 Diperbarui: 20 April 2021   02:16 26 2 0 Mohon Tunggu...

Wahai Gusti Allah... 

aku tak pernah ragu menyebut NamaMu yang Indah Sempurna senantiasa,  sesempurna puja pujiMu pada DzatMu sendiri.  Aku tak pernah meragukan kebaikanMu pada hamba-hambaMu dan seluruh makhlukMu.  Setiap yang Kau ciptakan,  maka Kau menanggung segala yang perlu sesempurna pengetahuanMu atas seluruh makhlukMu. 

Gusti,  andai boleh, ku hanya  mau  bersamaMu,  karena  denganMu itu sungguh asyik,  tanpa tabir,  tanpa rasa khawatir, tanpa takutkan amarah atau terluka,  karna Engkau sendiri telah mengumumkan suka citaMu pada para hamba yang mendekat padaMu. Makin dekat,  semakin Engkau begitu mudah menerima. 

Gusti,  Engkau tentulah paling kenal dengan segala yang Engkau ciptakan,  tak terkecuali diriku ini.  Maka,  siapakah yang mengenaliku melebihiMu? Makin aku mengenaliku, makin aku tak ingin jauh dariMu. Maka,  aku mohon padaMu,  abadikanlah kedekatan ini. 

Gusti,  manusia yang Kau cipta adalah sempurna,  sempurna sebagai hamba,  sempurna sebagai makhluk,  yang Engkau beri kelebihan dan kekurangan untuk saling mengenal satu sama lain.  Bukan untuk saling menampakkan kekurangan sesama untuk direndahkan atau dihinakan,  dan bukan pula untuk mempertontonkan kelebihan  untuk dibanggakan atau disombongkan.

Gusti,  aturanMu sungguh sempurna untuk menjamin kedamaian di antara segenap manusia yang sejati semurni  Engkau ciptakan perbedaan.  Ada pagar yang melindungi yang tak boleh dilanggar oleh sesiapa dengan begitu sempurna seadil-adilnya. 

Gusti,  lantas mengapa denganku ini?  Aku begitu tak mengerti,  manakala orang lain tersakiti olehku dan aku tersakiti oleh mereka, tetiba berujung aku begitu membenci diriku sendiri? Aku menjadi begitu putus asa, dan ingin berlari menjauh,  takut yang sangat takut setakut takutnya?  

Gusti,  tolonglah hambaMu,  beri hamba cahayaMu yang cukup menerangi,  beri hambaMu kekuatan yang cukup mumpuni bagi bekalku menjalani hudup yang Kau beri. 

Gusti,  jadikan diriku sebuah lilin kecil yang temaram saja yang menghalangiku dari melihat kekurangan orang lain dan cukup untuk  mengaburkan kelebihanku. 

Gusti,  Jadikan diriku matahari yang benderangnya sanggup melihat kelebihan orang lain dan radiasinya begitu kuat menampakkan bejibunnya debu debu. kekuranganku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x