Mohon tunggu...
Kinanti
Kinanti Mohon Tunggu... Only Him knows the reason I met you. I want nothing eccept for crying although I really hate it the most

Every one is unique. No one can compare each other. We just should respect others whatever of ours.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Aku Adalah Hujan, Namun Aku Juga Gelap Malam

27 Maret 2021   12:45 Diperbarui: 27 Maret 2021   13:12 59 7 1 Mohon Tunggu...

Kala hujan merinai,  terikmu meredup meneduhkan semesta.  Kau mengintai,  menjelma bianglala. Langit menganvas menghamparkan 7 wajah indahmu. Orang tak lagi memanggilmu mentari ketika rinai hujan mereda.

Maka biarlah aku menjadi rinai hujan,  agar indahmu menghias semesta yang jengah lantaran sengat terikmu. 

"Karena itukah kau suguhiku air mata?" tanyamu,  dan sepertinya  kau tak memerlukan jawabanku.

Kala malam tiba,  kau beringsut,melepas gemerlap hari,  membias teduh dilatari kegelapan bermetamorfose sebagai rembulan, menerangi alam bersama bintang gemintang. Orang pun tak menegenalimu sebagai sang Surya

Maka kurelakan diriku menjadi kegelapan,  semata agar biasmu tetap cemerlang. 

"Itukah kau? " pekikmu menggema dalam sepiku.  

Ya aku tetap mengenalimu,  karena aku tak pernah ke mana-mana, dalam gelap sepi dan air mata,  menengadah, kusemogakan bahagia dan cemerlangmu.  

Tak pernah ku khawatir menjadi apa di matamu,  karena sudah kurelakan semua kegelapan malam dan hujan mewujud dalam adaku bagimu.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x