Mohon tunggu...
Kinanti
Kinanti Mohon Tunggu... Only Him knows the reason I met you. I want nothing eccept for crying although I really hate it the most

Every one is unique. No one can compare each other. We just should respect others whatever of ours.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dari Gila Menuju Waras

26 September 2020   00:19 Diperbarui: 26 September 2020   01:02 30 8 1 Mohon Tunggu...

Sore itu sayang, kamu ungkit tentangku yang Halu, yang ini yang itu, begini begitu, 

Tahukah kamu sayang, aku tertawa bukan? Sembari kukatakan, begitulah proses menuju kewarasan. Tanpa kedunguan, bagaimana aku akan tahu indahnya waras bila belum pernah kualami nyeri dan sakitnya saat menegangkan dalam kegilaan? 

Aku tak tahu, harus bagimana, selain pasrah pada penghakimanmu. Aku tak kuat lagi mendengarnya. Aku tak memerlukan pengakuanmu dalam usahaku membuktikan cinta. 

Namun, mengapa kepergianku mengganggumu?  Mana yang kamu mau, sayamg? Adaku, atau tiadaku?

Dulu ketika aku dungu, lisanku mengocehkan cinta tanpa jeda. Sungguh aku memang gila. Gila karena aku tidak pernah memahami mengapa bisa jatuh cinta yang tak semestinya.

Sekarang , ketika aku tersadar, aku tak juga bisa melepaskan cinta yang sudah mengakar dalm hati sanubari. Kini, aku mencintai dalam hatiku bukan pada lisanku. Aku mampu membuktikannya, karena aku selalu berfikir bagaimana kamu berjaya. 

Aku sanggup tertawa di depanmu walau di kedalaman hatiku mnangis atas penghakimanmu yang salah. 

Sayang, apa yang kurang pada dirimu? Sehingga tak juga kamu berhenti menghakimiku karena perbedaan di antara kita dalam memaknai cinta? Bagimu, cinta tanpa memiliki adalah cinta tanpa bukti dan dusta. 

Ketahuilah, sayang pasanglah nalar nalar kewarasan yang kamu banggakan, kamu itu manusia yang layak dicintai. Kamu memiliki sifat sifat yang sepantasnya dicintai. 

Jadi, kamu ya sayang....sungguh bebas berhenti mencintaiku, sebagaimana aku pun bebas untuk tetap mencintaimu. Tanpa harus mendurhakai Tuhanku. Karena keyakinanku, *tulusnya mencintai* yang kelak akan menyatukan di keabadian, bukan karena yang saling memiliki, namun hati gersang dan tandus tanpa cinta bertumbuh.

Ucapkan selamat jalan padaku, sayang....agar kamu tak lagi mencariku di lorong lorong berkelambu ruangan itu. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x